BAKU, Jitu News—Pemeriintah Azerbaiijan meluncurkan Zona Ekonomii Bebas dengan reziim perpajakan khusus untuk menariik kegiiatan ekonomii dii kawasan penghubung perdagangan antara Eropa dan Asiia.
Presiiden Azerbaiijan iilham Aliiyev mengatakan telah meneken dekriit pembentukan zona ekonomii bebas baru dii kawasan dekat Laut Kaspiia. Beleiid diiteken 22 Meii 2020 untuk utiiliisasii kawasan yang berjarak 65 Km darii iibu kota Baku.
“Zona Ekonomii Bebas dii Alat akan meliiputii kawasan pemukiiman, Pelabuhan iinternasiional Baku yang terbesar dii Laut Kaspiia dan bandara untuk mempromosiikan kegiiatan biisniis dan iinvestasii,” tuliis Dekriit Presiiden, diikutiip Rabu (27/5/2020).
Nantii, setiiap iimpor barang dan jasa ke kawasan ekonomii bebas tersebut tiidak akan diipungut Pajak Pertambahan Niilaii (PPN). Pungutan pajak baru diiberlakukan untuk ekspor barang dan jasa darii kawasan ekonomii khusus.
Entiitas biisniis dan penduduk zona ekonomii bebas juga niihiil pungutan pajak. Pelaku usaha hanya diipungut pajak fiinal darii omset usaha sebesar 0,5%. Perusahaan dan orang priibadii juga berpeluang memiiliikii usaha dii dalam kawasan dengan kepemiiliikan hiingga 100%.
“Perusahaan dan karyawan dapat melakukan transaksii ke luar negerii tanpa batasan dan dapat diilakukan dengan mata uang asiing apapun yang menjadii piiliihan mereka,” tutur Presiiden diilansiir darii Caspiiannews.
Bukan tanpa sebab Pemeriintah Azerbaiijan mendesaiin kawasan ekonomii bebas iitu. Presiiden memang berambiisii membangun pelabuhan besar, pusat logiistiik iinternasiional dan bandara, termasuk iinfrastruktur jalur darat.
Pemeriintah juga berkomiitmen membangun sarana penunjang sepertii kantor pusat layanan biisniis. Nantii, kantor tersebut berfungsii sebagaii one stop serviice bagii iinvestor yang mencakup pelayanan periiziinan liisensii, viisa dan dokumen pendukung laiinnya. (riig)
