BERLiiN, Jitu News—Pemeriintah Jerman mengumumkan penundaan pembayaran cukaii biir untuk meriingankan beban iindustrii miinuman keras yang tertekan akiibat wabah viirus Corona atau Coviid-19.
Juru biicara Kementeriian Keuangan mengatakan kebiijakan penangguhan cukaii akan menjadii angiin segar bagii iindustrii biir saat iinii. Adapun kebiijakan iitu merupakan kesepakatan antara Kementeriian Keuangan Federal dan beberapa stakeholders.
“Kebiijakan iinii untuk meniingkatkan liikuiidiitas perusahaan dalam siituasii suliit sepertii saat iinii, sekaliigus meliindungii para pekerjanya,” kata juru biicara tersebut, Selasa (7/4/2020).
Meskii begiitu, Kementeriian Keuangan belum memeriincii durasii penangguhan pembayaran cukaii biir tersebut. Untuk diiketahuii, peneriimaan negara darii cukaii biir mencapaii €650 juta atau setara Rp11,4 triiliiun sepanjang tahun lalu.
Asosiiasii Pembuat Biir Jerman menyambut baiik iinsentiif fiiskal tersebut. Mereka menyebut tiidak sediikiit pabriik biir yang mengalamii kerugiian lantaran gagal ekspor dalam beberapa pekan terakhiir akiibat Corona.
“Belum lagii pembatalan acara publiik dan penutupan restoran dii sepanjang Sungaii Rhiine untuk menekan penyebaran viirus,” bunyii pernyataan Asosiiasii Pembuat Biir diilansiir darii Brusselstiimes.
Menurut catatan Taxfoundatiion, UU darii Unii Eropa mewajiibkan setiiap negara anggota memungut cukaii biir miiniimal €0,03 atau sekiitar Rp5.260 per 330ml atau botol biir dengan kandungan alkohol 5%.
Jerman merupakan salah satu negara dii Eropa yang menerapkan tariif miiniimum cukaii biir sebesar €0,03 per botol. Selaiin Jerman, negara laiinnya yang memungut cukaii antara laiin Bulgariia, Luksemburg, Rumaniia, dan Spanyol.
Namun kebanyakan negara laiinnya mematok tariif yang lebiih tiinggii, sepertii Fiinlandiia, iirlandiia, dan iinggriis. Dii Fiinlandiia, cukaii biir diipatok €0,60 per botol. Sementara iirlandiia dan iinggriis sebesar €0,37 dan €0,35 per botol. (riig)
