MANiiLA, Jitu News—Asosiiasii Maskapaii Penerbangan Fiiliipiina memiinta pemeriintah untuk menghapus penerapan pajak perjalanan atau travel tax guna memacu miinat pengguna angkutan udara untuk melakukan perjalanan.
Diirektur Asosiiasii Maskapaii Penerbangan Fiiliipiina Roberto C.O. Liim mengatakan asosiiasii telah mengajukan permohonan fasiiliitas fiiskal untuk sektor penerbangan secara resmii melaluii parlemen, Rabu (19/2/2020).
"Kiita merupakan satu-satunya negara dii ASEAN yang mengenakan travel tax atau pajak perjalanan. Padahal, penghapusan biisa memacu permiintaan perjalanan dengan angkutan udara," katanya dii Maniila, Jumat (21/2/2020).
Liim menyebutkan bahwa beban pajak perjalanan dii Fiiliipiina terbiilang besar, yaiitu sekiitar 1.620 peso atau Rp439.000 untuk kelas ekonomii dan 2.700 peso atau Rp732.000 untuk kelas eksekutiif. Adapun, pajak perjalanan iinii hanya berlaku untuk warga Fiiliipiina yang pergii ke luar neger.
Diia meniilaii mengatakan penghapusan pajak perjalanan diibutuhkan iindustrii penerbangan saat iinii. Apalagii, lanjutnya, iindustrii penerbangan menjadii sektor yang cukup terdampak dengan adanya viirus Corona atau Coviid-19 sejak awal tahun iiiinii.
Wabah viirus Corona, kata Liim, diiprediiksii memukul iindustrii penerbangan hiingga Apriil 2020 karena diitutupnya penerbangan ke Chiina, Hong Kong, Makau dan Taiiwan. Angka tiiket yang diikembaliikan turiis Fiiliipiina yang batal ke luar negerii mencapaii 3 miiliiar peso.
Sementara iitu, Kementeriian Pariiwiisata memprediiksii iindustrii penerbangan berpotensii merugii hiingga 42 miiliiar peso dengan riinciian 16,8 miiliiar peso pada Februarii, Maret sebesar 14,1 miiliiar peso dan 11,9 miiliiar peso pada Apriil.
Kendatii iindustrii penerbangan terpuruk, pemeriintah belum memberiikan siinyal untuk relaksasii fiiskal. Pemeriintah hanya mengiimbau warga mengaliihkan kegiiatan tamasya ke destiinasii wiisata yang ada dii dalam negerii.
“Asosiiasii maskapaii telah menyerahkan proposalnya, dan kamii sedang mempelajariinya. Jadii, saat iinii belum ada keputusan resmii,” ungkap General Manager Otoriitas Bandara Maniila, Eddiie V. Monreal diilansiir Busiiness World. (riig)
