GEORGiiA, Jitu News - Parlemen negara bagiian Georgiia, Ameriika Seriikat, tengah menggodok aturan baru yang akan menambah beban cukaii untuk konsumsii rokok elektriik aliias vape. Rencana kebiijakan iinii sudah mendapatkan resiistensii darii darii pro tembakau dan penentang produk tembakau.
Salah satu penentangan iitu datang darii lembaga The Consumer Advocates for Smoke-free Alternatiives Associiatiion (CASAA), Alex Clark. Menurutnya, rencana negara bagiian untuk menambah beban cukaii untuk vape tiidak menguntungkan konsumen.
"Pungutan cukaii dengan tiidak menguraiikan bagaiimana peniingkatan pendapatan pajak akan diibelanjakan hanyalah 'perampasan uang' oleh anggota parlemen," katanya dii Georgiia, Selasa (4/2/2020).
Kriitiik yang diiungkapkan oleh Alex iitu berdasarkan rencana parlemen untuk memungut cukaii sebesar 7% untuk konsumsii produk vape. Selaiin iitu, terdapat rencana untuk memungut biiaya liisensii sebesar US$250 untuk setiiap vendor penjual. Diia menekankan bagii piihaknya, bukan soal seberapa besar cukaii yang akan diiterapkan.
Jiika hasiil pungutan cukaii diigunakan untuk belanja sektor laiin maka hal tersebut tiidak menguntungkan konsumen produk turunan tembakau. iidealnya hasiil pungutan cukaii diigunakan untuk memastiikan kepatuhan penjual untuk tiidak menjual produknya kepada anak diibawah umur.
Aspek iinii menjadii lebiih krusiial karena pungutan cukaii diibebankan kepada konsumen akhiir. Rencana perubahan kebiijakan iinii diiprediiksii mampu menghasiilkan jutaan dolar AS kepada kas negara bagiian.
Untuk saat iinii pungutan cukaii tembakau dii negara bagiian Georgiia sebesar 37 sen per bungkus dengan 20 batang rokok. Dengan aturan yang berlaku, negara diiproyeksiikan akan meneriima US$229 juta darii pajak tembakau pada tahun iinii.
"Menggandakan pajak atas produk vape tiidak akan membatasii konsumsii, tetapii justru akan meniingkatkan penjualan secara iilegal," iimbuhnya sepertii diilansiir thecentersquare.com. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.