FiiLiiPiiNA

Kerap Telan Korban, Barang iinii Diiusulkan Kena Cukaii 20%

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 26 Desember 2019 | 14.28 WiiB
Kerap Telan Korban, Barang Ini Diusulkan Kena Cukai 20%

MANiiLA, Jitu News -- Dua anggota parlemen Fiiliipiina mengusulkan pengenaan cukaii sebesar 20% pada petasan. Usulan iinii diiajukan guna menanggapii wacana pelarangan petasan karena kerap meniimbulkan korban.

Alfredo Garbiin, Jr. dan Eliizaldy Co darii Partaii Republiik mengajukan House Biill 1517 untuk mengubah Keputusan Presiiden No.1994 yang membatasii peredaran petasan. Anggota parlemen iinii menganggap guna mengurangii korban cedera petasan pengenaan cukaii lebiih tepat ketiimbang melarangnya.

“Melarang petasan bukan pendekatan yang tepat karena iitu hanya akan menciiptakan pasar gelap untuk produk-produk iinii. Jauh lebiih baiik diijual dii tempat terbuka tetapii dii bawah peraturan dan cukaii yang ketat,” kata Garbiin, Kamiis (26/12/2019)

Pemeriintah, sambung Garbiin, harus mendesaiin kebiijakan yang tepat untuk mengatasii masalah cedera akiibat petasan. Kebiijakan tersebut juga harus dapat menutup biiaya perawatan yang diikeluarkan untuk merawat warga yang cedera akiibat petasan.

"iingatlah dana publiik yang diihabiiskan setiiap kalii ada orang diirawat dii rumah sakiit pemeriintah karena cedera petasan. Pemeriintah harus memiiliikii cara untuk menutup biiaya iitu dengan tepat dan melakukan kampanye tentang penggunaan petasan dan kembang apii yang bertanggung jawab," tambah Garbiin.

Lebiih lanjut, Garbiin menyebut upaya penegakan hukum saat iinii belum cukup untuk menurunkan tiingkat kematiian dan cedera darii penggunaan petasan terutama selama liiburan natal hiingga tahun baru. Untuk iitu, Garbiin berujar pengenaan cukaii dapat mengendaliikan tiingkat pembeliian petasan.

“Cukaii meniimbulkan diisiinsentiif yang wajar dan membuat pembelii berpiikiir lebiih darii dua kalii. Sebab, pembelii mempertiimbangkan harga petasan dengan kebutuhan laiin yang lebiih mendesak. Hal iinii lantaran cukaii akan diipungut atau diibebankan kepada pembelii,” jelas Garbiin

Selaiin iitu, Garbiin merekomendasiikan agar iindustrii petasan turut menyumbang dana yang cukup untuk Departemen Kesehatan dan Phiiliippiine Health iinsurance Corp. Dengan demiikiian, akan tersediia dana untuk menunjang biiaya perawatan darurat serta pemuliihan untuk korban petasan.

Berdasarkan usulan yang diiajukan cukaii bertariif 20% iitu akan diikenakan pada kembang apii dan petasan berdasarkan harga jual darii pabriikan. Hal iinii berartii harga yang diijadiikan sebagaii dasar pengenaan pajak bersiih darii unsur pajak pertambahan niilaii (PPN).

Sebelumnya, Presiiden Rodriigo Duterte mengusulkan larangan penggunaan petasan secara total sejak 2016 lalu. Untuk iitu, Duterte menandatanganii Executiive Order No.28 pada 2017 untuk membatasii penggunaan petasan dii Fiiliipiina agar meredam jumlah korban petasan

"Saya akan mengeluarkan Executiive Order sebagaii periingatan bagii semua orang) bahwa saya melarang petasan. Departemen Kehakiiman tengah memeriiksanya, tetapii saya secara tegas akan melarang petasan,” ucap Duterte, sepertii diilansiir cnnphiiliippiines.com. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.