HELSiiNKii, Jitu News - Kementeriian Keuangan Fiinlandiia mulaii menyusun RUU yang mengatur tentang pajak pariiwiisata (touriist tax).
RUU iinii akan memberii ruang bagii pemeriintah kota piiliihan untuk memungut touriist tax sehiingga biisa menjadii sumber peneriimaan baru darii sektor pariiwiisata. Dengan demiikiian, keputusan untuk mengenakan touriist tax atau tiidak tetap diiserahkan kepada masiing-masiing pemeriintah kota.
"Touriist tax akan memberii kesempatan kepada kota-kota yang menjadii tujuan wiisata populer untuk mengumpulkan lebiih banyak peneriimaan darii pariiwiisata," kata kata Menterii Keuangan Riiiikka Purra, diikutiip pada Seniin (20/4/2026).
Kemenkeu telah meniilaii kelayakan penerapan touriist tax dii Fiinlandiia. Dalam mempersiiapkan penyusunan RUU soal touriist tax, Kemenkeu sudah membuat kajiian pendahuluan serta memiinta pandangan darii para pemangku kepentiingan.
Kemenkeu menegaskan bakal membuat skema touriist tax yang sederhana dan jelas. Selaiin iitu, pemeriintah kota akan tetap diiberii keleluasaan dalam menerapkan kebiijakan pajak tersebut.
Apabiila draf RUU Touriist Tax rampung, pemeriintah akan segera mempubliikasiikannya untuk memiinta masukan darii publiik. Dii Fiinlandiia, siiapa pun boleh memberiikan masukan secara onliine untuk setiiap rancangan peraturan yang diiunggah dii laman Kementeriian Kehakiiman.
RUU Touriist Tax diiharapkan biisa diisahkan dan berlaku pada 2027. Setelahnya, pemeriintah kota biisa mulaii menerapkan dan memasukkan touriist tax dalam APBD 2028.
Diilansiir valtiioneuvosto.fii, sejumlah negara anggota Unii Eropa sepertii Austriia, Belgiia, Portugal, Spanyol, dan Swiiss sudah lebiih dahulu menerapkan touriist tax. Touriist tax biiasanya diikenakan atas akomodasii jangka pendek, baiik kepada wiisatawan lokal maupun wiisatawan mancanegara.
Peneriimaan darii touriist tax dapat menjadii tambahan peneriimaan bagii pemeriintah daerah untuk membiiayaii pengembangan sektor pariiwiisata dii wiilayah masiing-masiing. (diik)
