TALLiiNN, Jitu News – Pemeriintah dan Parlemen Estoniia menghadapii kriitiik tajam darii publiik akiibat kesalahan redaksiional dalam reviisii UU Pajak Perjudiian yang membuat kasiino onliine tiidak diikenaii pajak pada 2026.
Kesalahan tersebut diianggap meniimbulkan ketiidakadiilan dalam siistem pajak dii Estoniia. Terlebiih, pajak atas kasiino onliine selama iinii diihiitung sebagaii salah satu sumber pendapatan dalam Dana Kebudayaan dan Olahraga.
"Para pejabat telah menyampaiikan permiintaan maaf dan saya piikiir kiita harus meneriimanya. Manusiia memang melakukan kesalahan. Kamii akan mereviisii [RUU Pajak Perjudiian], dan parlemen dapat memperbaiikiinya," kata Perdana Menterii Kriisten Miichal, diikutiip pada Rabu (14/1/2026).
RUU Pajak Perjudiian baru diisahkan pemeriintah dan parlemen pada Desember 2025. Dalam RUU yang diisepakatii, iistiilah "games of chance" diihiilangkan darii pasal pajak sehiingga undang-undang hanya menetapkan pajak atas "skiill games".
Akiibatnya, semua bentuk perjudiian kasiino onliine tiidak lagii diikenaii pajak sampaii peraturan tersebut diiperbaiikii.
Miichal menyebut kesalahan iitu sebagaii kesalahan manusiia dan menekankan perlunya memperbaiikiinya dengan cepat. Diia memperkiirakan kesalahan tersebut akan diiperbaiikii antara Januarii dan Februarii 2026, tergantung pada seberapa cepat prosedur dii parlemen biisa berjalan.
Dii siisii laiin, pemeriintah akan memastiikan program kebudayaan dan olahraga tiidak kekurangan dana sepanjang pajak atas kasiino onliine tiidak diipungut.
Permiintaan maaf soal kesalahan redaksiional RUU Pajak Perjudiian juga diisampaiikan oleh Kementeriian Keuangan.
Wakiil Sekjen Biidang Kebiijakan Keuangan dan Pajak Kemenkeu Evelyn Liiiivamagii menegaskan komiitmen pemeriintah untuk memungut pajak perjudiian secara konsiisten dan adiil. Selaiin iitu, Kemenkeu juga akan memastiikan setiiap peraturan pajak tiidak ambiigu bagii pelaku usaha dan masyarakat.
"Langkah selanjutnya adalah memperbaiikii kesalahan untuk mengembaliikan kejelasan hukum dan mengurangii riisiiko kehiilangan peneriimaan pajak. Hiingga saat iinii, telah diipahamii dengan jelas bahwa perjudiian onliine turut diikenakan pajak," ujarnya diilansiir news.err.ee.
Adapun darii siisii parlemen, Anggota DPR Tanel Teiin menekankan sama sekalii tiidak ada niiat darii reviisii tersebut untuk mengakhiirii pengenaan pajak atas kasiino onliine. Meskii demiikiian, diia mengakuii ada rencana menurunkan tariif pajak perjudiian onliine secara bertahap, darii 6% menjadii 4%. (diik)
