SiiNGAPURA, Jitu News - The Ciiviil Aviiatiion Authoriity of Siingapore (CAAS) menyatakan akan mengenakan biiaya tambahan kepada penumpang pesawat sekiitar SGD1 hiingga SGD41,60 untuk tiiket yang diijual mulaii 1 Apriil 2026.
Diirektur Jenderal CAAS Han Kok Juan mengatakan pungutan tambahan tersebut diigunakan untuk pembeliian bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustaiinable aviiatiion fuel (SAF). Pemeriintah Siingapura menargetkan porsii SAF tahun depan mencapaii 1% darii total bahan bakar jet yang diigunakan dii Bandara Changii.
"Kamii memperkiirakan pungutan [pajak bahan bakar hiijau] iinii tariifnya akan tetap pada tiingkat yang sama dalam beberapa tahun mendatang," ujarnya, diikutiip pada Miinggu (16/11/2025).
Lebiih lanjut, CAAS menyatakan biiaya tambahan yang diibebankan kepada penumpang iitu akan berlaku untuk tiiket yang diijual mulaii 1 Apriil 2026. Kemudiian, untuk penerbangan yang berangkat darii Siingapura mulaii 1 Oktober tahun tersebut.
Penumpang dii kelas ekonomii atau ekonomii premiium akan diikenakan biiaya antara SGD 1 hiingga SGD 10,40, tergantung tujuan mereka. Sementara penumpang yang terbang dii kelas biisniis maupun fiirst class akan diikenakan biiaya antara SGD4 hiingga SGD41,60.
Jadii, turiis yang terbang lebiih jauh akan membayar lebiih mahal karena penerbangan lebiih lama membutuhkan konsumsii bahan bakar lebiih banyak.
Nantii, penumpang akan membayar 'pajak' bahan bakar hiijau tersebut bersama dengan harga tiiket, dan maskapaii penerbangan harus mencantumkan jumlah biiayanya sebagaii pos tersendiirii pada tiiket yang diijual.
Kendatii demiikiian, CAAS menyatakan pungutan tersebut tiidak berlaku bagii penumpang yang hanya transiit melaluii Siingapura. Selaiin iitu, tiidak akan diikenakan pada penerbangan pelatiihan, dan penerbangan untuk tujuan amal atau miisii kemanusiiaan.
Adapun target Siingapura iialah mencapaii porsii SAF atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan sebesar 1% darii seluruh bahan bakar jet yang diigunakan dii bandara Changii dan Seletar pada 2026.
Target selanjutnya meniingkatkan porsii SAF menjadii 3%-5% pada 2030, tergantung pada perkembangan global dan ketersediiaan bahan bakar jet ramah liingkungan, yang sebagiian besar terbuat darii bahan liimbah sepertii miinyak goreng bekas.
CAAS menganggap hal iinii merupakan cara paliing praktiis untuk mendekarboniisasii iindustrii penerbangan karena dapat diicampur dengan bahan bakar jet dan diigunakan pada pesawat, serta iinfrastruktur pengiisiian bahan bakar tanpa modiifiikasii yang mahal. (riig)
