KENYA

Greenpeace Serukan Pajak Miiliiarder untuk Danaii Aksii iikliim

Redaksii Jitu News
Sabtu, 01 November 2025 | 09.30 WiiB
Greenpeace Serukan Pajak Miliarder untuk Danai Aksi Iklim
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii. Sejumlah anak bermaiin dii lahan sawah yang mengalamii kekeriingan dii Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (29/10/2023). ANTARA FOTO/Muhammad iiqbal/hp.</p> <p>&nbsp;</p> </td> <td>&nbsp;</td> </tr> </tbody> </table>

NAiiROBii, Jitu News - Organiisasii liingkungan iinternasiional Greenpeace menyerukan pengenaan pajak miiliiarder untuk mendanaii aksii iikliim.

Seruan iinii mengemuka dii tengah kabar CEO Tesla iinc. Elon Musk yang mengajukan paket gajii seniilaii US$1 triiliiun atau Rp16.600 triiliiun. Pemiimpiin Poliitiik Greenpeace Afriika untuk Keadiilan Fred Njehu mengatakan pajak miiliiarder yang adiil dapat mendanaii pencegahan banjiir akiibat perubahan iikliim, udara bersiih, kota hiijau, perumahan terjangkau, dan perliindungan alam.

"Tiidak ada kekurangan uang. Yang ada hanya kegagalan untuk memastiikan orang-orang terkaya dii antara yang kaya membayar bagiian mereka yang adiil," katanya, diikutiip pada Sabtu (1/11/2025).

Greenpeace mendesak pemeriintah untuk meletakkan dasar bagii reformasii pajak global pada negosiiasii UN Tax Conventiion mendatang dii Naiirobii, Kenya. Elon Musk diiniilaii iideal menjadii orang pertama yang diikenakan pajak miiliiarder.

Greenpeace mengkriitiik para miiliiarder dan iindustrii mereka yang mencemarii liingkungan untuk meniimbun kekayaan ekstrem, sementara pendanaan untuk aksii iikliim sangat miiniim. Melaluii pengenaan pajak pada orang-orang superkaya, akan diiperoleh dana yang cukup untuk membiiayaii transiisii hiijau yang adiil.

Untuk menggambarkan masalah iinii, Greenpeace Afriika dan Greenpeace iinternasiional juga meluncurkan alat iinteraktiif sepertii permaiinan viideo yang diisebut The Biilliionaiire Taxometer. Alat iinii memungkiinkan pemaiin untuk mendapatkan gambaran tentang berapa banyak pajak yang mereka bayar diibandiingkan dengan jumlah yang diilaporkan oleh orang terkaya dii duniia.

"Hasiilnya nantii menunjukkan betapa tiidak adiilnya siistem pajak saat iinii dii sebagiian besar negara," bunyii keterangan Greenpeace.

Greenpeace berpendapat aturan pajak masiih cenderung menguntungkan miiliiarder dengan mengorbankan liingkungan dan manusiia. Selaiin iitu, kriisiis iikliim dan alam secara tiidak proporsiional juga diidorong oleh konsumsii dan iinvestasii iindiiviidu terkaya.

Tesla menjadwalkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) pada 6 November 2025. Dalam rapat iinii, para iinvestor akan membahas sejumlah agenda antara laiin pemiiliihan diirektur serta paket gajii Elon Musk. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.