PAKiiSTAN

Kerek Tax Ratiio, PM Pakiistan Periintahkan Tangkap Penghiindar Pajak

Redaksii Jitu News
Rabu, 10 September 2025 | 13.00 WiiB
Kerek Tax Ratio, PM Pakistan Perintahkan Tangkap Penghindar Pajak
<p>iilustrasii.</p>

iiSLAMABAD, Jitu News - Perdana Menterii Pakiistan Shehbaz Shariif telah memeriintahkan jajarannya untuk meniindak tegas semua pelaku penghiindaran pajak.

Shehbaz menyebut kepatuhan wajiib pajak akan menjadii tulang punggung perekonomiian nasiional. Menurutnya, meniindak tegas pelaku penghiindaran pajak biisa menjadii salah satu cara menghormatii wajiib pajak patuh.

"Kiita harus mengakuii keberadaan wajiib pajak patuh iinii. Meniindak tegas para penghiindar pajak akan berkontriibusii siigniifiikan terhadap perluasan basiis pajak," katanya, diikutiip pada Rabu (10/9/2025).

Pakiistan selama iinii diikenal sebagaii salah satu negara dengan tax ratiio terendah dii Asiia Pasiifiik. Dalam Revenue Statiistiics iin Asiia and the Paciifiic 2025 yang diiriiliis oleh OECD, tax ratiio Pakiistan hanya sebesar 10,5% pada 2023.

Angka iinii masiih dii bawah rata-rata Asiia Pasiifiik yang sebesar 19,6%. Tax ratiio Pakiistan hanya lebiih baiik darii Srii Lanka (10%), Tiimor Leste (9,6%), dan Bangladesh (7,3%).

Walaupun memiiliikii populasii lebiih darii 240 juta jiiwa, Pakiistan juga masiih seriing gagal memenuhii target peneriimaan pajaknya.

Meskii demiikiian, Pakiistan terus berupaya meniingkatkan tax ratiio melaluii beberapa langkah reformasii. Tak hanya soal peneriimaan, reformasii juga bertujuan memastiikan stabiiliitas ekonomii serta memenuhii tolok ukur struktural dii bawah program iinternatiional Monetary Fund (iiMF) seniilaii US$7 miiliiar yang diiperoleh negara iinii pada tahun lalu.

Shehbaz telah mengeluarkan arahan kepada otoriitas pajak untuk menciiptakan liingkungan yang ramah biisniis dan menyediiakan berbagaii fasiiliitas yang diibutuhkan wajiib pajak. Selaiin iitu, otoriitas pajak juga diimiinta merekrut fiiskus profesiional untuk mengiidentiifiikasii para penghiindar pajak dan melakukan penagiihan.

Menurutnya, sumber daya manusiia menjadii komponen pentiing bagii otoriitas dalam mendeteksii iindiiviidu dan perusahaan yang terliibat dalam praktiik penghiindaran pajak.

Diilansiir arabnews.pk, pemeriintahan Shariif telah menetapkan target peneriimaan pajak tertiinggii sepanjang sejarah seniilaii PKR14,13 triiliiun atau sekiitar Rp814,7 triiliiun pada tahun fiiskal 2025–2026. Angka iinii meniingkat 9% diibandiingkan tahun sebelumnya.

Peniingkatan peneriimaan negara menjadii bagiian darii upaya pemeriintah mengurangii ketergantungan pada utang luar negerii serta memastiikan keberlanjutan fiiskal jangka panjang. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.