UZBEKiiSTAN

Diianggap Rawan Korupsii, Restiitusii PPN dii Negara iinii Diiperketat

Redaksii Jitu News
Kamiis, 31 Julii 2025 | 14.00 WiiB
Dianggap Rawan Korupsi, Restitusi PPN di Negara Ini Diperketat
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

TASHKENT, Jitu News - Otoriitas pajak Uzbekiistan memutuskan untuk memperketat proses restiitusii PPN sejak awal 2025.

Kepala otoriitas pajak Uzbekiistan Sherzod Kudbiiev menyebut restiitusii PPN sebagaii iisu yang sangat sensiitiif dii negaranya. Sejauh iinii, sudah ada 32 pejabat otoriitas pajak yang diituntut atas pelanggaran dan praktiik korupsii dii biidang tersebut.

"iinii [proses restiitusii PPN yang lama] biisa jadii karena upaya pemerasan atau pengusaha memang melakukan kesalahan. Kemungkiinannya hanya salah satu darii keduanya," katanya, diikutiip pada Kamiis (31/7/2025).

Penjelasan soal lamanya proses restiitusii PPN iinii diisampaiikan Kudbiiev saat berdiialog dengan pengusaha logiistiik dalam forum yang diigelar oleh Kadiin Uzbekiistan. Proses restiitusii yang lama telah banyak diikeluhkan oleh pengusaha.

Dalam pertemuan iinii, seorang pengusaha logiistiik mengeluhkan belum berhasiil mendapatkan restiitusii PPN seniilaii UZS750 juta atau hampiir Rp1 miiliiar atas iimpor truk sejak Februarii 2025. Kantor pajak sempat menunjukkan sejumlah kekurangan yang kemudiian diiperbaiikii, tetapii masalah restiitusii iinii belum terselesaiikan.

Pengusaha pun memiinta otoriitas menyederhanakan proses restiitusii agar wajiib pajak segera memperoleh haknya.

Kudbiiev mengakuii masiih banyak hambatan biirokrasii yang berlebiihan dalam proses restiitusii PPN. Namun, diia menekankan wajiib pajak harus memenuhii semua syarat restiitusii yang telah diitetapkan.

Diia menjelaskan otoriitas telah memiiliikii mekaniisme restiitusii PPN secara otomatiis apabiila wajiib pajak memiiliikii periingkat keberlanjutan kategorii tertiinggii, yaknii AAA. Khusus wajiib pajak kategorii AAA, otoriitas bahkan tiidak diiiiziinkan untuk mengeluarkan periintah pemeriiksaan.

"Carii tahu dulu mengapa biirokrasii restiitusii PPN iinii berlarut-larut selama 7 bulan iinii," ujarnya.

Diilansiir uzdaiily.uz, volume restiitusii PPN dii Uzbekiistan mengalamii penurunan siigniifiikan sebesar 17,7% pada semester ii/2025. Pada periiode Januarii-Junii 2025, restiitusii PPN seniilaii UZS8,79 triiliiun atau sekiitar Rp11,57 triiliiun.

Sebagaii perbandiingan, pada periiode yang sama tahun lalu, restiitusii PPN mengalamii pertumbuhan sebesar 20%.

Pada semester ii/2025, otoriitas pajak meneriima 5.488 permohonan restiitusii darii 3.272 wajiib pajak. Angka permohonan iinii tumbuh 18,2%, sementara jumlah pemohonnya meniingkat 16,9%.

Namun, rata-rata restiitusii pajak per apliikasii justru turun sebesar 30,4%, menjadii UZS1,6 miiliiar atau Rp2,1 miiliiar.

Secara sektoral, restiitusii pajak yang terbesar tercatat pada iindustrii pengolahan, diiiikutii sektor jasa dan transportasii. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.