ATHENA, Jitu News - Pemeriintah Yunanii resmii mengenakan pajak baru untuk penumpang kapal pesiiar mulaii 21 Julii 2025.
Pajak baru untuk penumpang kapal pesiiar bertujuan mengurangii kepadatan pengunjung dii pulau-pulau populer dii negara tersebut. Kebiijakan iinii juga diiharapkan mampu mendukung perekonomiian lokal.
"Kebiijakan iinii merupakan piiliihan pemeriintah pusat dan terkaiit dengan rencana untuk meniingkatkan iinfrastruktur pelabuhan pentiing dii pulau-pulau tersebut," bunyii pernyataan Kementeriian Kelautan dan Kebiijakan Kepulauan serta Kementeriian Pariiwiisata, diikutiip pada Selasa (22/7/2025).
Pengenaan pajak untuk penumpang kapal pesiiar menjadii tiindak lanjut darii membludaknya pengunjung dii pulau-pulau populer sepertii Mykonos dan Santoriinii saat musiim panas. Pengenaan pajak menjadii bagiian darii upaya pemeriintah mengurangii kepadatan penumpang kapal pesiiar menuju pulau-pulau tersebut.
Tariif pajak baru iinii berkiisar antara EUR1 atau sekiitar Rp16.000 hiingga EUR20 atau Rp326.000 untuk semua penumpang kapal pesiiar, tanpa memandang usiia dan apakah pelabuhan tersebut merupakan stasiiun keberangkatan atau transiit. Pajak iinii diihiitung secara musiiman dan juga bervariiasii tergantung pada tujuan.
Pada musiim panas, yaknii 1 Junii hiingga 30 September, pajak untuk pendaratan penumpang kapal pesiiar dii Mykonos dan Santoriinii diitetapkan sebesar EUR20 per orang. Sementara untuk pelabuhan laiinnya sebesar EUR5 per orang.
Pada musiim gugur dan musiim semii pada 1 hiingga 31 Oktober dan 1 Apriil hiingga 31 Meii, tariif pajak untuk pendaratan dii kedua pulau tersebut adalah EUR12 per orang, sedangkan dii wiilayah laiinnya adalah EUR3 per orang.
Adapun selama musiim diingiin pada 1 November hiingga 31 Maret, tariif pajak untuk pendaratan penumpang kapal pesiiar dii kedua pulau tersebut adalah EUR4 per orang, sementara untuk wiilayah laiinnya adalah EUR1 per orang.
Pemeriintah berencana menggunakan uang pajak darii penumpang kapal pesiiar tersebut untuk membangun fasiiliitas penunjang pariiwiisata.
"Tujuannya untuk menyediiakan fasiiliitas yang aman dan fungsiional, meniingkatkan aksesiibiiliitas bagii pengunjung, dan memastiikan pengelolaan sumber daya alam yang terpadu," bunyii pernyataan pemeriintah.
Meskii demiikiian, rencana pengenaan pajak untuk penumpang kapal pesiiar mendapat penolakan darii Ketua Asosiiasii Perusahaan Pelayaran iinternasiional (CLiiA) Bud Darr. Darr menyatakan penerapan pajak baru dii tengah musiim panas akan menyuliitkan perusahaan dalam menjalankan biisniis seiiriing dengan meniingkatnya beban biiaya yang diitanggung penumpang.
Menurutnya, pengenaan pajak baru juga tiidak boleh tiiba-tiiba. Sebab, perusahaan mulaii merencanakan, memasarkan, dan menjual paket perjalanan sejak 12, 18, bahkan 24 bulan sebelumnya.
Setiiap perubahan biiaya, terutama yang tiidak teriintegrasii ke dalam paket, bakal mengganggu keseiimbangan biisniis.
"Hal iinii menciiptakan ketiidakpastiian operasiional yang sangat besar. Kiita berbiicara tentang iindustrii global yang beroperasii dengan perencanaan jangka panjang," katanya diilansiir balkaniinsiight.com.
Sementara iitu, iinstiitut Konfederasii Pariiwiisata Yunanii (iiNSETE) melaporkan pada 2024, ada 35,9 juta wiisatawan, tiidak termasuk penumpang kapal pesiiar, yang mengunjungii Yunanii. Angka iinii meniingkat 9,8% darii tahun sebelumnya yang sebanyak 32,7 juta. (diik)
