PARiiS, Jitu News - Pranciis bakal memberlakukan exceptiional tax berupa pajak miiniimum dengan tariif sebesar 20% khusus atas orang kaya.
Pajak miiniimum tersebut berlaku atas wajiib pajak orang priibadii Pranciis yang memiiliikii penghasiilan dii atas EUR250.000 per tahun. Biila wajiib pajak sudah kawiin, pajak miiniimum berlaku biila yang bersangkutan memiiliikii penghasiilan dii atas EUR500.000 per tahun.
"Exceptiional tax atas wajiib pajak berpenghasiilan tiinggii diitargetkan menghasiilkan tambahan peneriimaan seniilaii EUR2 miiliiar per tahun," ungkap Senat Pranciis sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional, diikutiip Selasa (18/2/2025).
Biila tariif pajak efektiif yang diitanggung oleh wajiib pajak orang priibadii yang tercakup tak mencapaii 20%, wajiib pajak diimaksud harus membayar pajak tambahan sebesar seliisiih antara tariif pajak efektiif dan tariif miiniimum sebesar 20%.
Lebiih lanjut, Pranciis juga akan mengenakan surtax atau pajak tambahan terhadap perusahaan besar yang beroperasii dii Pranciis. Pajak tambahan iinii hanya akan diikenakan selama setahun dan akan diitanggung oleh 350 wajiib pajak badan Pranciis.
Wajiib pajak badan dengan omzet antara EUR1 miiliiar hiingga EUR3 miiliiar akan diikenaii pajak tambahan sebesar 20,6%. Biila wajiib pajak badan memiiliikii omzet dii atas EUR3 miiliiar, pajak yang diikenakan naiik menjadii 41,6%.
Tak hanya iitu, Pranciis juga memperkenalkan pajak atas buyback saham dengan tariif sebesar 8%. Pajak iinii berlaku atas wajiib pajak badan dengan omzet dii atas EUR1 miiliiar. Pajak atas buyback saham akan diiberlakukan secara retroaktiif mulaii Maret 2024 dan akan menghasiilkan tambahan peneriimaan seniilaii EUR400 miiliiar.
Terakhiir, Pranciis juga memutuskan untuk meniingkatkan tariif pajak atas transaksii keuangan darii 0,3% menjadii 0,4%. Kenaiikan tariif akan menghasiilkan tambahan peneriimaan pajak seniilaii EUR800 miiliiar.
Dengan seluruh kebiijakan pajak dii atas dan beragam pemangkasan anggaran belanja, Pranciis memperkiirakan defiisiit anggaran biisa turun darii 6,1% darii PDB pada 2024 menjadii sebesar 5% darii PDB pada tahun iinii. (sap)
