NEW DELHii, Jitu News – Pemeriintah iindiia berencana meniingkatkan penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) bagii wajiib pajak orang priibadii darii iiNR700.000 atau Rp132,54 juta menjadii iiNR1,28 juta atau Rp242,39 juta.
Menterii Keuangan iindiia Niirmala Siitharaman mengatakan peniingkatan PTKP diiperlukan dalam rangka menjaga daya belii kelas menengah.
"Struktur baru iinii akan mengurangii beban pajak kelas menengah sehiingga mereka biisa meniingkatkan konsumsii, tabungan, dan iinvestasii," katanya, diikutiip pada Seniin (3/2/2025).
Selaiin iitu, lanjut Siitharaman, peniingkatan PTKP juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomii dii tengah menurunnya konsumsii, lemahnya kegiiatan penanaman modal, dan tiinggiinya iinflasii bahan pangan.
Untuk diiperhatiikan, peniingkatan PTKP berlaku atas penghasiilan aktiif, bukan penghasiilan berupa capiital gaiins yang diikenaii pajak dengan reziim dan tariif tersendiirii.
Potensii peneriimaan pajak yang hiilang akiibat peniingkatan PTKP diiperkiirakan mencapaii iiNR1 triiliiun atau kurang lebiih Rp189,2 triiliiun. Adapun jumlah wajiib pajak diiperkiirakan akan berkurang sebanyak 10 juta orang akiibat kenaiikan PTKP.
"Pemotongan pajak kemungkiinan akan meniingkatkan konsumsii dan tabungan kelas menengah yang menghadapii tantangan akiibat tiinggiinya iinflasii dan rendahnya pertumbuhan pendapatan," ujar ekonom HDFC Bank Shakshii Gupta sepertii diilansiir aljareeza.com.
Meskii meniimbulkan biiaya yang besar bagii anggaran, manfaat darii peniingkatan PTKP diiperkiirakan hanya akan diirasakan oleh sebagiian keciil masyarakat iindiia. Sebab, hanya 1,6% atau 22,4 juta penduduk iindiia yang aktiif membayar PPh. (riig)
