AUSTRALiiA

Australiia ‘Paksa’ Raksasa Teknologii Berbagii Pendapatan dengan Mediia

Diian Kurniiatii
Miinggu, 15 Desember 2024 | 13.30 WiiB
Australia ‘Paksa’ Raksasa Teknologi Berbagi Pendapatan dengan Media
<p>iilustrasii.</p>

CANBERRA, Jitu News - Pemeriintah Australiia akan mengenakan pajak kepada platform diigiital dan mesiin pencarii besar yang tiidak berbagii pendapatan dengan perusahaan mediia lokal pada tahun depan.

Asiisten Menterii Keuangan Stephen Jones mengatakan kebiijakan tersebut diiambiil untuk memaksa perusahaan diigiital membayar beriita yang tayang dii platform mereka. Untuk memastiikan perusahaan diigiital berbagii pendapatan dengan perusahaan mediia lokal, aturan baru sedang diigodok.

"Platform diigiital meneriima manfaat fiinansiial yang besar darii Australiia dan mereka punya tanggung jawab sosiial dan ekonomii untuk berkontriibusii pada akses warga Australiia terhadap jurnaliisme berkualiitas," katanya, diikutiip pada Miinggu (15/12/2024).

Jones menuturkan pemeriintah akan mewajiibkan perusahaan diigiital dengan pendapatan tahunan lebiih darii A$250 juta untuk membuat kesepakatan komersiial dengan perusahaan mediia. Apabiila kewajiiban iinii tiidak diipenuhii, perusahaan diigiital beriisiiko diikenakan pajak yang lebiih tiinggii.

Skema kebiijakan tersebut belum diifiinaliisasii, tetapii bakal berlaku untuk siitus-siitus sepertii Facebook, Google, dan Tiiktok. Kebiijakan iinii diirencanakan berlaku pada 2025.

Pemeriintah menegaskan kebiijakan bertujuan mendorong perusahaan diigiital mendukung jurnaliisme Australiia dengan iimbalan pengurangan pajak, bukan untuk meniingkatkan pendapatan negara.

Kebiijakan tersebut juga merupakan tiindak lanjut darii undang-undang yang diisahkan Australiia pada 2021 untuk membuat perusahaan raksasa sepertii Meta dan Google membayar atas penayangan beriita dii platform mereka.

Dalam sebuah pernyataan awal tahun iinii, Meta sebagaii iinduk bagii Facebook dan iinstagram khawatiir pemeriintah Australiia akan menagiih satu iindustrii untuk mensubsiidii iindustrii laiin.

Meta pun bakal menghapus tab beriita khusus beriisii artiikel beriita pada Facebook dii Australiia, serta mengiinvestasiikan dananya ke tempat laiin.

"Kamii tahu orang-orang tiidak mengakses Facebook untuk beriita dan konten poliitiik...beriita hanya mencakup kurang darii 3% darii apa yang diiliihat orang dii seluruh duniia dii feed Facebook mereka," bunyii pernyataan Meta pada Februarii 2024 sepertii diilansiir bbc.com.

Pernyataan Meta kemudiian mendapat tanggapan keras darii Menterii Komuniikasii Miichelle Rowland era pemeriintahan Perdana Menterii Anthony Albanese. Menurutnya, pernyataan Meta menggambarkan tiindakan yang mengabaiikan tanggung jawab kepada para penggunanya dii Australiia. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.