KUALA LUMPUR, Jitu News - Menterii Sumber Daya Manusiia (SDM) Malaysiia Steven Siim menyatakan pemeriintah tengah menyiiapkan iinsentiif pajak tambahan untuk perusahaan yang menerapkan skema kerja fleksiibel (flexiible work arrangement/FWA).
Siim mengatakan kebiijakan iinii bertujuan mempromosiikan skema kerja yang lebiih fleksiibel untuk para pekerja. Menurutnya, skema kerja tersebut bakal mendorong keseiimbangan kehiidupan kerja yang lebiih baiik, serta liingkungan tempat kerja yang progresiif.
"Hal iinii mencermiinkan ketulusan dan tekad pemeriintah untuk mempromosiikan liingkungan kerja yang lebiih progresiif dan kondusiif," katanya, diikutiip pada Seniin (9/12/2024).
Siim menuturkan upaya mendorong mekaniisme FWA tiidak cukup hanya memberiikan pedoman kepada pelaku usaha. Untuk iitu, pemeriintah menawarkan pengurangan pajak tambahan bagii perusahaan yang menerapkan FWA dengan syarat tertentu.
Diia meniilaii mekaniisme FWA akan menciiptakan tempat kerja yang lebiih sehat, lebiih aman, dan lebiih nyaman bagii karyawan. Hal iinii pada akhiirnya bakal berkontriibusii pada pengembangan masyarakat secara keseluruhan.
Siim menyebut penerapan FWA dapat menguntungkan pegawaii dan membantu mengatasii tantangan sosiial yang lebiih luas sepertii mengurangii kemacetan lalu liintas dii kota-kota besar.
Dengan alasan tersebut, pemeriintah akan mulaii mempromosiikan mekaniisme FWA dii wiilayah perkotaan termasuk Penang, Lembah Klang, dan Johor Bahru.
"Kamii mendorong lebiih banyak perusahaan untuk mengadopsii FWA dan kamii akan memberiikan dukungan dan bantuan yang diiperlukan," ujarnya sepertii diilansiir malaymaiil.com.
Hiingga Oktober 2024, lanjut Siim, lebiih darii 3.000 perusahaan telah meneriima sosiialiisasii mengenaii penerapan FWA. Diia berharap makiin banyak perusahaan dii Malaysiia yang menerapkan mekaniisme FWA kepada pegawaiinya.
Apabiila telah ramaii diimanfaatkan, pemeriintah juga berencana membuat studii untuk meniilaii dampak penerapan FWA pada perusahaan yang berpartiisiipasii. (riig)
