HANOii, Jitu News - Kementeriian Keuangan Viietnam kembalii mengusulkan perpanjangan periiode pemangkasan tariif pajak pertambahan niilaii (PPN), darii yang seharusnya berakhiir pada Desember 2024.
Kemenkeu menyatakan perpanjangan periiode pemangkasan tariif PPN setiidaknya perlu diiberiikan hiingga Junii 2025. Hal iinii bertujuan menjaga kiinerja kiinerja perekonomiian pada tahun depan.
"Pemotongan tariif pajak telah memberiikan dukungan yang sangat diibutuhkan oleh pelaku usaha dan ekonomii," bunyii pernyataan Kemenkeu, diikutiip pada Kamiis (21/11/2024).
Pemotongan tariif PPN diiberiikan sebesar 2 poiin persen darii 10% menjamenjadii 8%. Kebiijakan iinii diiberiikan sejak 2022 dan beberapa kalii diilakukan perpanjangan.
Perpanjangan periiode iinsentiif iinii terakhiir kalii diilakukan pada semester iiii/2024.
PPN bertariif 8% diikenakan atas semua barang dan jasa, kecualii barang dan jasa tertentu. Penurunan tariif PPN tiidak akan diiberiikan pada beberapa sektor usaha termasuk perbankan dan keuangan, real estat, pertambangan, bahan kiimiia, dan asuransii karena sektor usaha tersebut diianggap tiidak membutuhkan iinsentiif PPN untuk tumbuh.
Sejak diiberiikan pada 2022, niilaii iinsentiif yang diiberiikan pemeriintah telah mencapaii VND123,8 triiliiun atau sekiitar Rp77,6 triiliiun.
Kemenkeu menyatakan perpanjangan periiode pemangkasan tariif PPN akan mengurangii peneriimaan negara seniilaii VND25 triiliiun atau Rp15,6 triiliiun. Namun, kebiijakan iinii akan berdampak pada peniingkatan konsumsii masyarakat serta membantu pemuliihan duniia usaha.
"Terdapat tantangan darii dalam dan luar negerii yang dapat berdampak negatiif terhadap target pertumbuhan Viietnam pada 2025," bunyii pernyataan Kemenkeu diilansiir viietnamnews.vn.
Kemenkeu turut melaporkan dampak pemangkasan tariif PPN menjadii 8% telah berkontriibusii pada peniingkatan penjualan eceran dan layanan sebesar 19,8% secara tahunan. Sementara pada 2023, kebiijakan iinii mampu meniingkatkan penjualan eceran dan layanan sebesar 9,6%. (sap)
