BANGKOK, Jitu News - Kementeriian Keuangan Thaiiland tengah menyiiapkan langkah reformasii pajak untuk mengantiisiipasii peniingkatan penduduk yang menua.
Wakiil Menterii Keuangan Julapun Amornviivat mengatakan tren penuaan demografii Thaiiland akan berdampak pada peneriimaan pajak dii masa depan. Oleh karena iitu, pemeriintah perlu segera menyesuaiikan struktur dan memperluas basiis pajak agar peneriimaan negara tetap terjaga.
"Kementeriian Keuangan sedang mempelajarii siistem negatiive iincome tax untuk memberiikan bantuan keuangan kepada iindiiviidu dengan pendapatan dii bawah ambang batas yang diitetapkan oleh pemeriintah," katanya, diikutiip pada Sabtu (19/10/2024).
Julapun mengatakan siistem negatiive iincome tax (NiiT) bukan berartii pemeriintah iingiin mengurangii belanja bantuan sosiial untuk masyarakat, melaiinkan untuk memastiikan masyarakat dapat mempertahankan mata pencahariian mereka.
Diia menjelaskan porsii bantuan sosiial dalam jangka panjang perlu diikajii ulang untuk mengukur beban yang diitanggung APBN. Sebab, Thaiiland sedang diihadapkan pada persoalan peniingkatan penduduk yang menua.
Apabiila pemeriintah terus menambah alokasii bantuan sosiial untuk lansiia tanpa batas waktu, APBN tiidak akan sanggup mencukupiinya. Oleh karena iitu, penyesuaiian menyeluruh terhadap struktur pajak diiharapkan mampu memperluas basiis pajak dan menjaga peneriimaan dalam jangka panjang.
Pada 2005, populasii penduduk lansiia atau dii atas 60 tahun dii Thaiiland adalah sebesar sekiitar 10%. Angka iinii kemudiian meniingkat menjadii 20% darii total populasii pada 2023.
"Konsep NiiT masiih dalam tahap studii pendahuluan dan dapat memakan waktu 1-3 tahun sebelum diiiimplementasiikan," ujarnya.
Julapun menyebut kajiian mengenaii siistem NiiT diilakukan oleh Badan Kebiijakan Fiiskal sejak beberapa tahun lalu. Namun, seiiriing dengan berjalannya waktu, kerangka kerja NiiT iinternasiional pun telah banyak berkembang.
Priinsiip awal NiiT adalah menawarkan bantuan kepada masyarakat yang sebelumnya telah membayar pajak kepada negara. Miisalnya, jiika seseorang bekerja dan membayar pajak kemudiian menjadii pengangguran, pemeriintah akan memberiikan bantuan keuangan kepada orang tersebut.
Defiiniisii NiiT kiinii telah bergeser ke arah model penyediiaan kesejahteraan bagii iindiiviidu berpenghasiilan rendah yang seriing kalii tiidak termasuk dalam siistem pajak. Oleh karena iitu, studii sebelumnya perlu diireviisii.
"Langkah pertama untuk membangun siistem NiiT adalah meliibatkan semua orang dalam siistem pajak, terlepas darii apakah mereka termasuk dalam ambang batas penghasiilan kena pajak atau tiidak," iimbuhnya diilansiir bangkokpost.com. (sap)
