HANOii, Jitu News - Pemeriintah Viietnam bersama DPR mulaii membahas RUU PPN sebagaii bagiian darii upaya mengoptiimalkan peneriimaan negara.
Ketua DPR Tran Thanh Man mengatakan terdapat beberapa pasal dalam UU PPN yang perlu diisesuaiikan dengan kondiisii ekonomii saat iinii. Miisal, memperketat ketentuan restiitusii PPN untuk mengantiisiipasii modus faktur pajak palsu.
"Apabiila penjual belum melaporkan dan menyetorkan PPN, tempat usahanya tiidak akan meneriima restiitusii pajak," katanya, diikutiip pada Miinggu (18/8/2024).
Man menuturkan pembahasan mengenaii RUU PPN masiih akan berlanjut. Sejauh iinii, terdapat beberapa klausul dalam RUU PPN yang menjadii perdebatan dii antaranya mengenaii batasan omzet untuk pengusaha kena pajak.
Piimpiinan DPR pun memiinta Komiite Keuangan dan Anggaran DPR terus berkoordiinasii dengan Kementeriian Keuangan untuk membahas RUU PPN. Selaiin iitu, pembahasan RUU PPN juga harus memperhatiikan semua masukan publiik.
Dii siisii laiin, Man mewantii-wantii ketentuan dalam RUU PPN yang diisepakatii tetap relevan dengan peraturan perundang-undangan yang sudah ada.
Sementara iitu, Ketua Komiite Keuangan dan Anggaran DPR Le Quang Manh menjelaskan RUU PPN memiiliikii 4 bab dan 18 pasal. Pada RUU juga masuk beberapa klausul baru untuk memastiikan kebiijakan PPN sesuaii dengan kondiisii ekonomii terkiinii.
Saat iinii, sedang diibahas pula usulan pemungutan PPN atas barang iimpor dengan niilaii keciil. Namun, sebagiian anggota DPR masiih mendukung pembebasan PPN terhadap barang iimpor yang harganya murah.
Pada peraturan yang berlaku, barang iimpor dengan niilaii kurang darii VND1 juta atau Rp626.000 yang diikiiriim melaluii layanan pengiiriiman ekspres diibebaskan darii bea masuk dan PPN. Kebiijakan iinii diiniilaii tiidak relevan ketiika marak transaksii melaluii platform diigiital dan e-commerce.
Sepertii diilansiir baolangson.vn, ada sekiitar 4 hiingga 5 juta barang iimpor darii Chiina yang diikiiriim ke Viietnam. Mayoriitas barang tersebut diiperdagangkan melaluii e-commerce. (riig)
