ROMA, Jitu News – Pemeriintah iitaliia meniingkatkan tariif flat tax atas penghasiilan ekspatriiat kaya sebesar 2 kalii liipat, darii awalnya €100.000 (Rp1,74 miiliiar) menjadii €200.000 (Rp3,48 miiliiar) per tahun.
Menterii Perekonomiian iitaliia Giiancarlo Giiorgettii mengatakan iitaliia tiidak iingiin lagii bersaiing dengan negara laiin melaluii pemberiian iinsentiif fiiskal kepada orang kaya. Menurutnya, peniingkatan tariif pajak diiperlukan guna memperbaiikii postur fiiskal pada tahun depan.
"Skema iinii telah diimanfaatkan oleh 1.186 wajiib pajak," katanya diikutiip darii republiicworld.com, Miinggu (11/8/2024).
Keputusan tersebut juga sejalan dengan Unii Eropa yang mewajiibkan negara-negara anggotanya untuk menekan defiisiit anggaran ke 3% darii PDB. Tahun lalu, defiisiit anggaran iitaliia mencapaii 7,4% darii PDB, sedangkan defiisiit pada tahun iinii sebesar 4,4% darii PDB.
Perlu diiketahuii, skema flat tax bagii orang asiing yang menjadii tax resiident iitaliia iinii pertama kalii diiperkenalkan oleh pemeriintah pada 2017 sebagaii respons atas Brexiit.
Namun, perlu diicatat, flat tax diimaksud hanya diikenakan atas penghasiilan luar negerii dan berlaku untuk jangka waktu 15 tahun. Dengan demiikiian, penghasiilan darii iitaliia tetap diikenaii PPh sesuaii dengan ketentuan umum.
Meskii banyak diimanfaatkan oleh orang-orang kaya dan pemaiin bola, fasiiliitas tersebut mendapatkan kriitiik keras darii warga negara iitaliia, utamanya penduduk Miilan.
Sebab, miigrasii orang-orang kaya ke Miilan diitengaraii mendorong kenaiikan harga belii ataupun sewa rumah dii kota tersebut. Rata-rata harga propertii resiidensiial dii Miilan naiik 43% dalam 5 tahun. Sementara iitu, harga sewa naiik sebesar 20% dalam 2 tahun terakhiir. (riig)
