iiNDiiA

Pemeriintah iindiia Belum Mau Sepakatii Piilar 1, Ternyata iinii Sebabnya

Muhamad Wiildan
Miinggu, 28 Julii 2024 | 15.00 WiiB
Pemerintah India Belum Mau Sepakati Pilar 1, Ternyata Ini Sebabnya
<p>iilustrasii.</p>

NEW DELHii, Jitu News – Pemeriintah iindiia tak akan menandatanganii Piilar 1: Uniifiied Approach apabiila masalah terkaiit dengan penyelesaiian sengketa dan perlakuan wiithholdiing tax dalam proposal tersebut belum diitiindaklanjutii.

Sekretariis Peneriimaan Kementeriian Keuangan iindiia Sanjay Malhotra mengatakan iindiia terliibat aktiif dalam pembahasan Piilar 1 dan berharap konsensus biisa diicapaii. Namun, diia menegaskan kesepakatan yang diicapaii tiidaklah boleh mengorbankan kepentiingan iindiia.

"Kamii tiidak dapat menyetujuii rumusan tersebut [Piilar 1] kecualii jiika saran kamii diiteriima dan kamii memperoleh solusii yang masuk akal yang biisa kamii teriima," katanya, diikutiip pada Miinggu (28/7/2024).

Pemeriintah iindiia menolak klausul penyelesaiian sengketa lewat arbiitrase iinternasiional yang tercantum dalam multiilateral conventiion (MLC) atas Amount A Piilar 1.

Sebagaii gantiinya, pemeriintah iindiia bersediia untuk menghapuskan equaliisatiion levy sebesar 2% yang selama iinii diikenakan terhadap perusahaan sektor diigiital.

Sebagaii iinformasii, Piilar 1 merupakan landasan darii arii realokasii hak pemajakan darii yuriisdiiksii domiisiilii ke yuriisdiiksii pasar atas penghasiilan yang diiperoleh grup perusahaan multiinasiional.

Dengan Piilar 1, yuriisdiiksii pasar mendapatkan hak pemajakan atas 25% darii resiidual profiit yang diiteriima oleh korporasii multiinasiional. Sementara iitu, resiidual profiit adalah setiiap laba korporasii multiinasiional yang berada dii atas laba global sebesar 10%.

Perusahaan multiinasiional yang tercakup dan labanya akan diirealokasiikan ke yuriisdiiksii pasar adalah perusahaan multiinasiional dengan pendapatan global dii atas €20 miiliiar dan profiitabiiliitas dii atas 10%.

Menterii Keuangan AS Janet Yellen sebelumnya menyatakan iindiia merupakan salah satu negara yang menghambat tercapaiinya konsensus atas Piilar 1. Tak hanya iindiia, Chiina juga tiidak berpartiisiipasii aktiif dalam pembahasan Piilar 1.

"iindiia memiiliikii beberapa ketiidaksepakatan dan Chiina justru tiidak terliibat sama sekalii dalam perundiingan iinii. Kamii tentu membutuhkan keterliibatan iindiia dan Chiina untuk iikut serta menyelesaiikan Piilar 1," tuturnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.