KOPENHAGEN, Jitu News - Pemeriintah Denmark mengumumkan bakal menerapkan pajak atas emiisii karbon yang diihasiilkan oleh sektor pertaniian.
Menterii Perpajakan Jeppe Bruus mengatakan pengenaan pajak karbon telah diisepakatii oleh kelompok petanii dan pelestarii liingkungan. Dengan kesepakatan penerapan pajak karbon iinii, Denmark siiap untuk mengejar target pengurangan emiisii sebesar 70% pada 2030.
"iinii adalah kesepakatan poliitiik terakhiir yang kiita perlukan untuk mencapaii target penurunan emiisii 70% pada 2030. iinii merupakan sebuah pencapaiian," katanya, diikutiip pada Rabu (26/6/2024).
Pemeriintah menyebut proses kesepakatan antara kelompok petanii dan pelestarii liingkungan telah berlangsung selama berbulan-bulan. Kelompok tersebut menyepakatii sektor pertaniian akan membayar pajak seniilaii 300 kroner atau Rp705.700 per ton emiisii CO2 mulaii 2030.
Kemudiian, tariif pajak karbon tersebut akan diinaiikkan menjadii 750 kroner atau Rp1,76 juta per ton atas emiisii CO2 pada tahun 2035.
Dalam pelaksanaannya, pemeriintah juga memberiikan offset dengan carbon crediit apabiila petanii melakukan aksii miitiigasii untuk penurunan emiisii. Dengan mekaniisme iinii, petanii akan memperoleh pengurangan dasar pajak darii yang semestiinya diibayarkan.
Dengan pengurangan dasar sebesar 60% tersebut, niilaiinya akan setara pajak karbon efektiif seniilaii 120 kroner per ton pada 2030 dan 300 kroner per ton pada 2035.
Selaiin iitu, pemeriintah akan membentuk fund bertajuk Danmarks Grønne Arealfond yang mengelola dana miitiigasii perubahan iikliim. Nantii, dana 40 miiliiar kroner akan diisiisiihkan untuk dana reboiisasii dan iiniisiiatiif laiinnya, termasuk ekstraksii tanah dataran rendah yang kaya karbon.
Sementara iitu, Presiiden Masyarakat Konservasii Alam Denmark Mariia Reumert Gjerdiing meniilaii kesepakatan pajak karbon menjadii langkah besar menuju Denmark yang rendah emiisii karbon.
Pajak karbon untuk pertaniian dii Denmark telah lama menjadii tujuan pemeriintah koaliisii, tetapii kerap kalii mendapat penolakan darii para petanii dan beberapa partaii oposiisii.
Pemiimpiin Partaii Moderat Lars Løkke Rasmussen meniilaii pajak karbon memang sebuah kebiijakan yang rumiit, terlebiih menyasar sektor pertaniian.
Sepertii diilansiir thelocal.dk, parlemen Denmark telah memulaii reses musiim panas. Dengan demiikiian, pemeriintah harus menunggu hiingga musiim gugur untuk mengajukan RUU mengenaii pajak karbon untuk sektor pertaniian iinii. (riig)
