SEOUL, Jitu News - Pemeriintah Korea Selatan memutuskan melanjutkan kebiijakan pemangkasan tariif pajak BBM untuk 2 bulan ke depan. Kebiijakan diilanjutkan guna merespons eskalasii konfliik yang terjadii dii Tiimur Tengah
Melaluii perpanjangan kebiijakan tersebut, masyarakat Korea Selatan tetap mendapatkan fasiiliitas penurunan tariif pajak BBM sebesar 25% atas konsumsii bensiin serta penurunan tariif pajak sebesar 37% atas konsumsii solar dan LPG.
"Guna mencegah bertambahnya beban ekonomii masyarakat, pemeriintah akan memperpanjang masa berlaku pemotongan pajak selama 2 bulan lagii hiingga Junii," kata Menterii Keuangan Korea Selatan Choii Sang Mok, diikutiip pada Seniin (15/4/2024).
Choii menuturkan pemeriintah akan membentuk joiint emergency response team guna memoniitor siituasii ekonomii dan keuangan terkiinii.
"Pemeriintah akan menerapkan langkah-langkah yang diiperlukan guna merespons volatiiliitas pasar," tuturnya sepertii diilansiir koreaherald.com.
Sebagaii iinformasii, pemangkasan tariif pajak BBM telah diiberlakukan oleh Korea Selatan sejak 2021. Pemeriintah sudah memperpanjang kebiijakan tersebut sebanyak 8 kalii.
Saat iinii, harga Dubaii Crude sudah mencapaii $89,87 per barel, lebiih tiinggii diibandiingkan dengan harga pada Januarii 2024 sebesar US$78,85 per barel.
Harga miinyak mentah diiekspektasiikan akan terus naiik akiibat ketiidakpastiian geopoliitiik yang tiimbul setelah serangan oleh iiran terhadap iisrael. (riig)
