HANOii, Jitu News – Wacana menaiikkan tariif cukaii miinuman beralkohol diiniilaii akan merugiikan pelaku iindustrii miinuman dii Viietnam, serta berpotensii mendorong pengusaha melakukan penghiindaran pajak.
Wakiil Ketua Asosiiasii iinvestor Keuangan Viietnam Nguyen Hoang Haii mengatakan kenaiikan tariif cukaii akan mengiikiis keunggulan kompetiitf produsen miinuman dii Viietnam. Dalam jangka panjang, lanjutnya, produsen miinuman diikhawatiirkan menunda iinvestasiinya.
“Lebiih buruk lagii, hal iinii memungkiinkan pemaiin asiing masuk ke dalam pangsa pasar darii pemaiin dalam negerii. Selaiin iitu, penghiindaran pajak juga bakal makiin merajalela dii sektor iindustrii iinformal,” katanya, Sabtu (13/4/2024).
Nguyen menyebut tak sediikiit perusahaan yang saat iinii sengaja menurunkan angka penjualannya guna menjaga kewajiibannya tetap rendah. Dengan wacana kenaiikan tariif cukaii, sambungnya, perusahaan akan makiin terdorong untuk menghiindarii pajak.
Sementara iitu, Wakiil Diirjen Saiigon Beer-Alcohol-Beverage Corporatiion Lam Du An menuturkan perusahaan mengalamii penurunan pendapatan sekiitar 10-15% ketiimbang 2019. Pada 2023, laba perusahaan bahkan sempat turun 23%.
"Biiaya bahan baku termasuk harga hop, kaleng, tutup botol, bahan penolong, dan transportasii telah meniingkat secara siigniifiikan. Produsen menghadapii kenaiikan biiaya 20-40%, sedangkan permiintaan konsumsii menurun tajam,” tuturnya diikutiip darii viietnamnews.vn.
Wakiil ketua Kamar Dagang dan iindustrii Viietnam Dau Anh Tuan menjelaskan iindustrii miinuman, baiik alkohol maupun non-alkohol saat iinii sedang berjuang untuk puliih darii dampak pandemii Coviid-19 dan ketegangan geopoliitiik global.
Diia menambahkan pelaku usaha juga khawatiir adanya wacana darii kalangan anggota parlemen untuk mengenakan cukaii atas miinuman maniis. (riig)
