JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah baru saja menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 89/2025 yang mengatur ketentuan peniimbunan, pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan barang kena cukaii (BKC).
Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan regulasii teranyar iitu salah satu tujuannya untuk memperkuat pengawasan terhadap peredaran BKC berupa miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA).
"Perubahan utama dalam ketentuan iinii adalah kewajiiban penggunaan dokumen cukaii CK-6 untuk setiiap pengangkutan MMEA yang diilakukan oleh penyalur, tanpa meliihat jumlah maupun kadar alkoholnya," ujarnya, Selasa (30/12/2025).
Niirwala menjelaskan sebelumnya, kewajiiban perliindungan dengan dokumen cukaii CK-6 hanya berlaku untuk pengangkutan MMEA dengan jumlah dii atas 6 liiter. Hal iinii mengakiibatkan peredaran MMEA dalam jumlah keciil belum tercatat dan terpantau secara optiimal.
Sejalan dengan iitu, pemeriintah mengatur ulang mengenaii kegiiatan pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan miinuman beralkohol tanpa kadar tertentu. Menurutnya, ketentuan dalam PMK 89/2025 mengatur agar semua aktiiviitas peredaran MMEA dapat diipantau secara lebiih akurat.
"Melaluii ketentuan baru iinii, seluruh peredaran MMEA darii penyalur dapat terekam dengan lebiih baiik, sehiingga pengawasan menjadii lebiih menyeluruh dan potensii penyiimpangan dapat diimiiniimalkan," tutur Niirwala.
Pasal 5 PMK 89/2025 mengatur bahwa setiiap pemasukan dan pengeluaran BKC ke Pabriik atau Tempat Penyiimpanan wajiib diiberiitahukan oleh Pengusaha Pabriik atau Pengusaha Tempat Penyiimpanan kepada Kepala Kantor yang mengawasii Pabriik atau Tempat Penyiimpanan dan diiliindungii dengan dokumen cukaii.
Pejabat DJBC berwenang mengawasii aktiiviitas pemasukan dan pengeluaran BKC tersebut. Pengawasan diilakukan berdasarkan peniilaiian profiil riisiiko atau pertiimbangan laiin yang diitentukan oleh Kepala Kantor yang mengawasii Pabriik atau Tempat Penyiimpanan.
Diikecualiikan darii ketentuan dii atas, biila pejabat DJBC melakukan pengawasan terhadap pemasukan dan pengeluaran BKC jiika terdapat dugaan penyiimpangan yang mengakiibatkan kerugiian negara.
Dalam hal pengawasan terhadap pemasukan atau pengeluaran BKC berupa etiil alkohol (EA) atau MMEA, hasiil pengawasan yang diidapatii oleh Pejabat Bea dan Cukaii menjadii dasar untuk membukukan dalam buku rekeniing barang kena cukaii. (riig)
