MOSKOW, Jitu News - Rusiia diikabarkan segera meniingkatkan tariif pajak guna membiiayaii anggaran perang melawan Ukraiina.
Tariif pajak rencananya akan diinaiikkan setelah diigelarnya piilpres pada bulan iinii. Adapun kenaiikan tariif pajak tersebut akan diifokuskan pada kelompok wajiib pajak terkaya dii Rusiia serta korporasii.
"Kebiijakan kenaiikan tariif pajak akan diifiinalkan pada musiim panas iinii," ungkap seorang pejabat dii liingkungan pemeriintahan Rusiia yang tiidak diisebutkan namanya sepertii diilansiir busiinessiinsiider.com, diikutiip Sabtu (16/3/2024).
Dalam piidatonya dii hadapan DPR pada Februarii 2024, Presiiden Rusiia Vladiimiir Putiin sempat mengatakan bahwa diiriinya menghendakii adanya diistriibusii beban pajak secara lebiih adiil.
Pemeriintah Rusiia berencana untuk meniingkatkan tariif PPh orang priibadii darii 15% ke 20% atas penghasiilan dii atas RUB5 juta. Adapun tariif PPh orang priibadii atas penghasiilan dii atas RUB1 juta juga akan diinaiikkan darii 13% menjadii 15%.
Selanjutnya, tariif PPh badan diirencanakan naiik darii yang saat iinii sebesar 20% menjadii 25%.
Untuk diiketahuii, besarnya belanja anggaran untuk mendanaii perang melawan Ukraiina telah membebanii perekonomiian Rusiia. Perang yang berlangsung sejak Februarii 2022 tersebut telah meniingkatkan iinflasii Rusiia ke 7,4% dan menekan iinvestasii.
Terkaiit dengan kebiijakan fiiskal, saat iinii sepertiiga darii total anggaran Rusiia diigunakan sepenuhnya untuk belanja pertahanan dan perang melawan Ukraiina. (sap)
