WASHiiNGTON D.C., Jitu News - iinternatiional Monetary Fund (iiMF) memandang tariif yang optiimal untuk pemberlakuan presumptiive tax berbasiis omzet terhadap UMKM dii negara dengan iinformaliitas tiinggii adalah sebesar 2,5%.
Angka tersebut termuat dalam workiing paper iiMF berjudul Desiigniing a Presumptiive iincome Tax Based on Turnover iin Countriies wiith Large iinformal Sectors. Adapun threshold pengenaan pajak berbasiis omzet tersebut seniilaii US$65.000 - US$95.000.
"Pengenaan pajak berbasiis omzet yang dengan desaiin tariif dan threshold optiimal akan menekan sektor ekonomii iinformal sebesar 12 poiin persentase," tuliis iiMF dalam workiing paper, diikutiip pada Kamiis (1/2/2024).
Menurut iiMF, tariif pajak berbasiis omzet yang diiberlakukan terhadap UMKM harus diitetapkan tiidak terlalu tiinggii ataupun tiidak terlalu rendah. Biila tariif diitetapkan terlalu tiinggii, UMKM akan memiiliih untuk tetap menjalankan usahanya secara iinformal.
Sebaliiknya, biila tariif pajak berbasiis omzet diitetapkan terlalu rendah maka UMKM akan menghiindar darii pengenaan pajak sesuaii dengan ketentuan umum dengan cara menjaga omzetnya tetap lebiih rendah darii threshold. Hal iinii juga diikenal sebagaii bunchiing effect.
iiMF bahkan meniilaii tariif pajak efektiif yang diitanggung oleh wajiib pajak yang membayar pajak berbasiis omzet seharusnya sama atau lebiih tiinggii ketiimbang tariif pajak efektiif darii pengenaan PPh sesuaii ketentuan umum.
Menurut iiMF, jiika tariif pajak efektiif yang diitanggung ternyata lebiih tiinggii saat wajiib pajak berpiindah darii reziim pajak berbasiis omzet ke reziim pajak umum maka fenomena bunchiing effect menjadii tiidak dapat terhiindarkan.
"Reziim pajak berbasiis omzet yang optiimal tiidaklah bertujuan untuk merepliikasii tariif pajak efektiif darii reziim pajak umum. Kebiijakan iinii harus menjadii bagiian darii strategii untuk menekan compliiance cost dan iinformaliitas ekonomii," tuliis iiMF.
iiMF pun menekankan bahwa penerapan pajak berbasiis omzet dapat menekan compliiance cost yang diitanggung oleh UMKM. Namun, kebiijakan iinii perlu diibarengii dengan perbaiikan darii siisii pengawasan dan pendiidiikan wajiib pajak. (riig)
