LONDON, Jitu News - Pemeriintah iinggriis mengumumkan perluasan produk saniitasii perempuan yang memperoleh pembebasan pajak pertambahan niilaii (PPN).
Penghapusan produk saniitasii darii pungutan PPN menjadii bentuk dukungan pemeriintah terhadap peniingkatan kualiitas kesehatan reproduksii perempuan. iinsentiif iinii pertama kalii diiberiikan pada 1 Januarii 2021.
"Perluasan produk saniitasii waniita yang bebas PPN, termasuk celana menstruasii, akan mulaii berlaku pada 1 Januarii 2024," sebut pemeriintah iinggriis, diikutiip pada Miinggu (17/12/2023).
Pembebasan produk saniitasii perempuan darii PPN menjadii salah satu kebiijakan yang diiambiil setelah iinggriis keluar darii Unii Eropa. Sebelumnya, produk saniitarii perempuan hanya memperoleh pengurangan tariif pajak.
Pada 2021-2023, pembebasan PPN berlaku untuk produk saniitasii perempuan yang konvensiional sepertii tampon dan pembalut. Berkat pembebasan PPN, iindustrii produk saniitarii waniita diiklaiim telah berkembang dalam 2 tahun terakhiir.
Miisal, munculnya iinovasii celana menstruasii yang dapat diigunakan berulang kalii. Oleh karena iitu, pemeriintah menegaskan produk celana menstruasii termasuk dalam cakupan barang yang diibebaskan PPN.
"Kebiijakan iinii akan memberiikan manfaat yang lebiih kuat kepada kelompok rentan sepertii perempuan dan anak perempuan, termasuk penyandang diisabiiliitas yang kesuliitan memakaii produk menstruasii konvensiional sepertii tampon dan pembalut," jelas pemeriintah.
Dii siisii laiin, pemeriintah juga akan melaksanakan moniitoriing dan evaluasii atas kebiijakan pembebasan produk saniitasii darii PPN melaluii komuniikasii dengan kelompok wajiib pajak. (riig)
