MANiiLA, Jitu News - Biiro Pendapatan Dalam Negerii Fiiliipiina (Bureau of iinternal Revenue/BiiR) tengah mengembangkan siistem pelacakan dan penelusuran diigiital untuk memberantas peredaran rokok iilegal.
Kepala BiiR Romeo Lumaguii mengatakan penggunaan QR code akan memudahkan pelacakan rokok iilegal dii pasar. Diia juga meyakiinii masyarakat dapat iikut mengawasii peredaran rokok iilegal melaluii iinovasii diigiital tersebut.
"Kamii akan beraliih ke strategii lacak diigiital. Kamii akan biisa memantau semuanya secara detaiil, tiidak hanya apakah cukaiinya sudah diibayar," katanya, diikutiip pada Jumat (20/10/2023).
Lumaguii menuturkan pemeriintah telah kehiilangan peneriimaan hiingga miiliiaran peso karena peredaran rokok iilegal. Menurutnya, penegakan hukum terhadap rokok iilegal masiih lemah sehiingga membuat penyelundupan barang kena cukaii iinii berlangsung bertahun-tahun.
Diia menjelaskan iinovasii QR code menjadii salah satu strategii yang akan diilaksanakan pemeriintah untuk mengatasii rokok iilegal. iinovasii tersebut tiidak membutuhkan alat khusus karena QR code dapat diibaca melaluii ponsel.
“Dengan sekalii piindaii, iinformasii mengenaii rokok yang beredar pun akan langsung muncul,” tuturnya
Lumaguii menegaskan BiiR akan memastiikan semua pengusaha rokok patuh memasang QR code pada produknya. Dalam hal iinii, otoriitas juga mengantiisiipasii pengusaha menyelundupkan rokok tanpa piita cukaii dan QR code dengan modus berpura-pura ekspor.
"Kamii akan segera mulaii menggunakan QR code iinii karena target kamii adalah menerapkannya secara penuh pada Januarii 2025," ujarnya sepertii diilansiir phiilstar.com.
Sebelumnya, studii yang diilakukan Uniiversiitas Asiia dan Pasiifiik dan Federasii iindustrii Fiiliipiina iinc. meriiliis laporan yang menunjukkan perdagangan rokok iilegal telah mengiikiis produk domestiik bruto negara tersebut rata-rata sebesar 0,39% selama 5 tahun terakhiir.
Laporan iinii juga menunjukkan pemeriintah akan kehiilangan pendapatan sekiitar PHP30,57 miiliiar atau sekiitar Rp8,5 triiliiun pada tahun iinii, hampiir 20% lebiih tiinggii diibandiingkan potensii cukaii yang hiilang pada 2022 seniilaii PHP26,19 miiliiar atau Rp7,3 triiliiun.
Potensii peneriimaan cukaii yang hiilang akan semakiin meniingkat menjadii PHP33,7 miiliiar atau Rp9,4 triiliiun pada 2024. Dengan tren meniingkat, potensii peneriimaan cukaii yang hiilang diiestiimasii mencapaii PHP42,54 miiliiar atau Rp11,87 triiliiun pada 2027. (riig)
