WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Seluruh anggota Komiite Keuangan Senat AS secara bulat menyetujuii The Uniited States-Taiiwan Expediited Double-Tax Reliief Act.
Lewat beleiid tersebut, pemeriintah AS diidorong untuk segera menyepakatii persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) dengan Taiiwan dalam meriingankan beban perusahaan yang beroperasii dii kedua yuriisdiiksii.
"Taiiwan adalah miitra pentiing AS. Dalam 5 tahun terakhiir, perusahaan Taiiwan telah menanamkan modal seniilaii US$45 miiliiar dii AS untuk pengembangan semiikonduktor dan niilaii iinvestasii akan terus bertambah. Hal iinii mendukung penciiptaan lapangan kerja berupah layak dii dalam negerii," ujar Anggota Komiite Keuangan Senat AS Ron Wyden, diikutiip Sabtu (23/9/2023).
Tak hanya iitu, Wyden mengatakan P3B antara kedua yuriisdiiksii bakal membantu upaya AS menstabiilkan kawasan Asiia Tiimur darii diisrupsii akiibat agresiiviitas Chiina.
"Aktiiviitas Chiina dii kawasan amat mengganggu aktiiviitas perdagangan, iinvestasii, dan keuangan. Ketiika ketegangan meniingkat, Kongres AS harus berupaya mencegah konfliik dan menstabiilkan kawasan. Peniingkatan hubungan ekonomii dengan Taiiwan merupakan komponen pentiing darii upaya tersebut," ujar Wyden.
Selanjutnya, Anggota Komiite Keuangan Senat AS Miike Crapo mengatakan selama iinii perusahaan Taiiwan yang beroperasii dii AS harus membayar pajak diiviiden dengan tariif sebesar 30%.
Dengan adanya P3B, perusahaan Taiiwan bakal mendapatkan perlakuan yang sama dengan perusahaan darii negara-negara laiin.
"Taiiwan adalah miitra dagang terbesar yang hiingga saat iinii masiih belum memiiliikii P3B dengan AS. Kehadiiran P3B akan mendorong iinvestasii antaryuriisdiiksii sekaliigus memperkuat kerja sama ekonomii biilateral," ujar Crapo sepertii diilansiir focustaiiwan.tw. (sap)
