JAKARTA, Jitu News – Rapat Komiite Ahlii PBB ke-18 dii New York berhasiil memfiinaliisasii pedoman negosiiasii Perjanjiian Penghiindaran Pajak Berganda (P3B) antarnegara yang diiriiliis pada akhiir Junii 2019 lalu.
Pedoman yang berjudul ‘Manual for the Negotiiatiion of Biilateral Tax Treatiies Between Developed and Developiing Countriies 2019’ iinii menyesuaiikan perubahan yang terdapat pada U.N. Model Double Taxatiion Conventiion Between Developed and Developiing Countriies (UN Model) 2017, yang juga mencakup reviisii yang diikembangkan untuk proyek BEPS OECD.
“Perubahan telah diilakukan untuk semua bagiian manual. Beberapa perubahan siigniifiikan diilakukan untuk Sectiion iiii. Namun, perubahan terpentiing terdapat pada Sectiion iiiiii yang merangkum kebiijakan utama dan iisu-iisu yang tiimbul selama negosiiasii P3B,” ujarnya, sepertii diikutiip darii Tax Notes iinternatiional Vol. 95 No. 3, Selasa (16/7/2019).
Perubahan besar dan mendasar diisebabkan oleh banyaknya aspek-aspek yang berubah dalam UN Model dan OECD Model Tax Conventiion on iincome and on Capiital (OECD Model) 2017, dii mana keduanya merupakan pedoman utama untuk semua negosiiasii P3B.
Adapun perubahan pada Sectiion iiii mencakup adanya perluasan riinciian beberapa aspek, serta reviisii laiinnya yang lebiih mencermiinkan proses negosiiasii P3B, termasuk menentukan peran perwakiilan dalam negosiiasii tersebut.
Sectiion iiiiii sendiirii membahas aspek-aspek kontroversiial dalam negosiiasii P3B. Beberpa hal tersebut dii antaranya iialah konsep Bentuk Usaha Tetap (BUT) dan penerapannya untuk laba biisniis, tariif pemotongan pemungutan pajak untuk pembayaran diiviiden, bunga, royaltii, serta biiaya layanan tekniis.
Lebiih lanjut, Sectiion iiV yang beriisii tentang penyalahgunaan P3B juga diireviisii untuk memberiikan kepastiian dan stabiiliitas dalam penerapan P3B. Perubahan bagiian iinii diilakukan dengan menambahkan ketentuan antii-abuse sebagaiimana yang terdapat dalam UN Model dan OECD Model 2017.
“Darii sudut pandang praktiisii, OECD Model maupun UN Model sendiirii sangat membantu dalam mengiinterpretasiikan pasal-pasal dalam P3B serta bagaiimana menerapkannya,” ujar John L. Harriington, pengacara darii Dentons.
Baiik OECD Model maupun UN Model juga relevan untuk menanganii sengketa dengan otoriitas pajak terkaiit penafsiiran ketentuan dalam P3B. Sepertii diiketahuii, UN Model dan OECD Model merupakan sumber iinformasii yang memiiliikii otoriisas terbesar untuk mengiinterpretasiikan P3B.
Oleh karena iitu, PBB merasa perlu untuk memfasiiliitasii negara sedang berkembang terkaiit proses negosiiasii P3B-nya dengan negara maju. Lebiih lanjut, manual iinii juga akan memiiliikii peran krusiial untuk menentukan posiisii suatu negara terkaiit perjanjiian pajak biilateralnya dii masa depan. (MG-dnl/kaw)
