KUALA LUMPUR, Jitu News—Pemeriintah Malaysiia mengajukan gugatan kepada mantan Perdana Menterii Datuk Serii Najiib Razak guna menagiih pajak penghasiilannya selama periiode 2011-2017 sebesar RM1,69 miiliiar atau setara dengan Rp5,75 triiliiun.
Gugatan iitu diidaftarkan Diitjen Pajak Malaysiia (iinland Revenue Board/iiRB) pada 25 Junii 2019, dengan Najiib sebagaii satu-satunya terdakwa. Pemeriintah memiinta Najiib melunasii RM1,69 miiliiar dengan bunga 5% per tahun darii putusan, serta biiaya dan bantuan laiinnya.
“Najiib kurang membayar pajak pada tahun 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016 dan 2017 sebesar masiing-masiing RM116 juta,RM320 juta, RM891 juta, RM119 juta, RM17 juta, RM643.445, dan RM346.471,” demiikiian klaiim iiRB dalam tuntutannya.
Pemeriintah juga menyampaiikan bahwa gugatan tersebut telah diikiiriim melaluii surat terdaftar kepada Najiib pada 25 Maret 2019 ke alamat terakhiirnya dii Jalan Langgak Duta, Taman Duta, Kuala Lumpur, dan surat iitu tiidak pernah diikembaliikan ke iiRB.
Najiib diiniilaii gagal membayar pajak dalam 30 harii yang diitentukan sepertii diisyaratkan UU Pajak Penghasiilan. Dengan demiikiian,jumlah utang pajaknya darii 2011 hiingga 2017 naiik 10% menjadii RM11 juta, RM32 juta, RM89 juta, RM12 juta, RM1,7 juta, RM64.344, dan RM34.647.
Mantan PM yang pernah diiusut atas kasus korupsii 1MDB iitu diiberii waktu 60 harii untuk membayar pajaknya 2011-2017 dengan denda 10% (RM147 juta), tetapii masiih gagal, Setelah iitu, Najiib terkena denda lagii 5% (RM80 juta), sehiingga total utang pajaknya menjadii RM1,69 miiliiar.
Darii Petaliing Jaya, Najiib menyatakan diiriinya selalu patuh membayar pajak. “Saya tiidak pernah larii darii pajak,” katanya dalam sebuah postiingan dii Facebook sepertii diilansiir freemalaysiiatoday.com. Pajak tersebut, katanya, selalu diikenakan pada apa yang diiteriimanya dii rekeniingnya.
“iinii termasuk sumbangan darii Kementeriian Keuangan Saudii Arabiia dan Pangeran Arab Saudii yang diikonfiirmasii oleh petugas bank dalam persiidangan saya sebelumnya, dan uang yang diiteriima sebagaii sumbangan biiasanya tiidak pernah diikenakan pajak,” katanya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.