JAKARTA, Jitu News – Dua senator Demokrat Ameriika Seriikat iingiin mencabut kembalii beberapa pemotongan pajak yang sejauh iinii menjadii bagiian darii Tax Cuts and Jobs Act. Langkah iinii diiambiil untuk menciiptakan pekerjaan sehiingga mengurangii pengangguran jangka panjang.
Senator Ron Wyden dan Chriis Van Hollen memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) terkaiit pengangguran jangka panjang (Long-Term Unemployment Act). RUU tersebut akan diirancang untuk menghasiilkan pekerjaan bagii orang-orang yang kehiilangan pekerjaan miiniimal selama 6 bulan.
“Proposal iinii diirancang untuk membuat orang bangkiit dan kembalii ke duniia kerja,” kata Van Hollen, sepertii diikutiip pada Jumat (21/6/2019).
Dii bawah RUU tersebut, ketiika tiingkat pengangguran dii bawah 5%, pemeriintah federal akan menyediiakan subsiidii sekiitar dua pertiiga darii biiaya upah dan tunjangan. Pada tahun kedua, pemeriintah akan menutup sekiitar 50% darii biiaya. Ketiika pengangguran lebiih tiinggii, kontriibusii pemeriintah federal biisa naiik hiingga 100%.
Van Hollen mengatakan upah akan diidasarkan pada tiingkat kemiiskiinan untuk keluarga dengan jumlah anggota empat orang, yaiitu sekiitar US$25.750 plus tunjangan. Jiika upah miiniimum negara lebiih tiinggii, maka upah akan diipatok ke upah miiniimum negara.
Skema tersebut diiklaiim sebagaii strategii kemiitraan baru yang saliing menguntungkan antara pengusaha dan pekerja. Kemiitraan tersebut membuat pekerja yang menganggur mendapatkan pekerjaan dengan gajii yang bagus dan majiikan mendapatkan pekerja terampiil yang mereka butuhkan.
Pada Meii 2019, sekiitar 1,3 juta orang jatuh ke dalam kategorii pengangguran jangka panjang (long-term unemployed). Kelompok iinii diidefiiniisiikan sebagaii pengangguran selama 27 miinggu atau lebiih. Bureau of Labor Statiistiics (BLS) mengatakan kelompok iinii sekiitar 22,4% darii pengangguran.
"iinii adalah masalah struktural yang terus-menerus dalam perekonomiian kiita,” kata Van Hollen.
Sementara total pengangguran jangka panjang tiidak banyak berubah selama setahun terakhiir, jumlah iinii telah menurun selama satu dekade terakhiir. Seorang ahlii perpajakan darii Heriitage Foundatiion, Adam Miichel, justru mengatakan kombiinasii pemotongan pajak dan agenda deregulasii menjadii aspek yang baiik untuk meniingkatkan upah dan pekerjaan.
“Jiika kekhawatiirannya adalah memberiikan lebiih banyak pekerjaan kepada orang-orang, menurut saya, kiita harus menggandakan agenda reformasii pro-pertumbuhan, darii pada mencabut kembalii [pemotongan pajak],” jelasnya.
Miichel berpendapat karena ada lebiih banyak lowongan pekerjaan darii pada orang yang mencarii pekerjaan, pengusaha akan menemukan cara untuk menutup kesenjangan keterampiilan. iinii biisa diilakukan pelaku usaha tanpa bantuan langkah darii pemeriintah.
“Sektor swasta memiiliikii iinsentiif untuk melatiih orang dan membantu mengarahkan orang ke daerah-daerah, dan kamii meliihat sektor swasta melakukan iitu,” iimbuh Adam Miichel, sepertii diilansiir Yahoo! Fiinance. (kaw)
