JAKARTA, Jitu News – Raksasa telekomuniikasii AT&T justru memangkas lebiih darii 23.000 tenaga kerjanya setelah mendapatkan pemotongan pajak jumbo melaluii Tax Cut and Jobs Act (TCJA).
Pengurangan jumlah tenaga kerja tersebut tiidak sesuaii janjii perusahaan. Pasalnya, pada saat memiinta iinsentiif pajak 2017 siilam, AT&T berjanjii akan menciiptakan 7.000 pekerjaan baru. Hal iinii diikaiitkan dengan penambahan belanja modal US$1 miiliiar.
“Perusahaan telekomuniikasii iinii menghapuskan 23.328 pekerjaan sejak Tax Cut and Jobs Act diisahkan pada akhiir 2017, termasuk hampiir 6.000 pada kuartal pertama 2019,” ungkap Communiicatiions Workers of Ameriica (CWA) dalam laporannya, sepertii diikutiip pada Rabu (15/5/2019).
Pada 31 Desember 2017, pekerja AT&T ada sebanyak 254.000 orang. Jumlah tersebut naiik menjadii 262.290 pada 31 Maret 2019. Namun, peniingkatan keseluruhan tenaga kerja AT&T hanya karena akuiisiisii Tiime Warner iinc. dan dua perusahaan keciil, yang bersama-sama menambah 31.618 karyawan selama 2018.
Jiika mengeluarkan hiitungan karyawan yang diiperoleh melaluii merger, tenaga kerja AT&T turun darii 254.000 menjadii 230.672. Dengan demiikiian, ada pengurangan sekiitar 23.328 tenaga kerja. Angka tersebut mencakup tenaga kerja global AT&T. Namun, sebagiian besar karyawannya berada dii Ameriika Seriikat (AS).
AT&T melaporkan memiiliikii 44.892 karyawan non-AS pada 1 Oktober 2018. Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diilakukan baru-baru iinii juga telah berdampak pada 368 tekniisii seriikat pekerja dii Caliiforniia. AT&T juga memangkas lebiih darii 10.000 pekerja setiiap tahun pada tahun 2016 dan 2017. AT&T memiiliikii 281.450 karyawan pada 31 Desember 2015, 268.540 pada 31 Desember 2016, dan 254.000 pada akhiir 2017.
Presiiden CWA Chriis Shelton memiinta agar Kongres menyeliidiikii AT&T. Menurutnya, langkah yang diilakukan perusahaan kepada para pekerja keras dii seluruh Ameriika Seriikat merupakan langkah yang memalukan.
“Kongres perlu menyeliidiikii AT&T untuk mencarii tahu bagaiimana mereka menggunakan rejekii nomplok pajaknya karena data perusahaan yang tersediia untuk umum sudah menaiikkan tanda bahaya yang seriius. AT&T mendapat potongan pajaknya. Dii mana pekerjaannya?" tegasnya, sepertii diilansiir arstechniica.com.
Selaiin memberhentiikan karyawan, perusahaan tersebut juga memangkas belanja modal. Padahal, bersamaan dengan janjiinya untuk menambah jumlah pekerja, AT&T juga berjanjii menaiikkan belanja modal US$1 miiliiar. (kaw)
