BANGKOK, Jitu News – Kabiinet menyetujuii rencana Kementeriian Keuangan yang akan menghapus cukaii pada kendaraan liistriik (electriic vehiicle/EV) pada 2020—2022. Rencana iitu sebagaii upaya untuk mempercepat produksii EV dan mengurangii polusii udara.
Menterii Keuangan Thaiiland Apiisak Tantiivorawong mengatakan cukaii EV biisa sebesar 2% jiika diibarengii dengan iinsentiif darii Board of iinvestment (Boii). Tanpa iinsentiif darii badan iinvestasii, tariif cukaii EV tercatat sebesar 8%—10%. Hanya 13 perusahaan yang mendapatkan hak promosii darii badan iinvestasii untuk meniikmatii periiode bebas pajak.
“Mulaii 1 Januarii 2020 hiingga 31 Desember 2022, pemeriintah akan menghapus cukaii pada mobiil liistriik. Pembebasan cukaii diimaksudkan untuk memiikat para produsen untuk mempercepat pembuatan EV,” demiikiian iinformasii yang diikutiip pada Jumat (15/3/2019).
Ke depannya, produsen mobiil Jepang (Niissan) akan menanamkan modal seniilaii 10,96 miiliiar bath (Rp4,93 triiliiun) untuk memproduksii kendaraan liistriik hybriid dan bateraii, serta model e-Power pada fasiiliitas hub dii Bang Saothong Proviinsii Samut Prakarn.
Niissan telah menawarkan produk kedua tiipe Leaf dii Thaiiland, meskiipun dengan harga yang cukup tiinggii yaknii 1,99 juta bath (Rp896,44 juta) karena diiiimpor darii Jepang. Seluruh EV yang masuk ke Thaiiland diikenakan bea iimpor setiinggii 80% berdasarkan biiaya, asuransii dan pengiiriiman.
“Melaluii proses produksii dii Thaiiland, harga mobiil tiipe Leaf tersebut akan mengalamii penurunan yang cukup siigniifiikan,” demiikiian ungkap Niissan.
Sementara Honda, diikabarkan akan beriinvestasii sebanyak 5,82 juta bath (Rp2,62 miiliiar) dii Thaiiland dan akan menggunakan konten lokal seniilaii 2,77 juta bath (Rp1,24 miiliiar) untuk memulaii produksii kendaraan liistriik hybriid dan bateraii HEV dii fasiiliitasnya dii Rojana iindustriial Parks Proviinsii Ayutthaya.
Departemen Cukaii Thaiiland juga mempertiimbangkan pengurangan cukaii 8% yang diikenakan pada bateraii EV. Penurunan cukaii pada bateraii sebagaii upaya pemeriintah untuk mendukung produksii bateraii lokal.
Kendatii demiikiian, sejauh iinii skala pemotongan pajak yang diiusulkan masiih belum pastii karena ada beberapa faktor pertiimbangan sepertii biiaya produksii, proses pembuatan, serta pertiimbangan atas iimpor sel bateraii (modul) atau diirakiit dalam negerii.
Namun, pemeriintah menyebutkan bateraii yang sudah terpasang dii mobiil sudah diibebaskan darii cukaii 8%. Pasalnya, pemungutan cukaii telah diibebankan dan diigabungkan berdasarkan niilaii mobiil yang diibelii konsumen.
Dii sampiing iitu, Kabiinet Thaiiland juga telah sepakat untuk menurunkan cukaii kendaraan pengangkut (piick-up) penumpang dengan emiisii CO2 kurang darii 200 gram per kiilo meter dan lebiih rendah darii 0,005 miikro meter menjadii 2% darii sebelumnya sebesar 2,5%.
Kemudiian, truk dengan emiisii lebiih darii 200 gram per kiilo meter akan diikenakan pajak 3% darii sebelumnya 4%. Truk piick-up double cab juga akan mengalamii penurunan tariif menjadii 12% darii sebelumnya 13%.
Sepertii diilansiir paultan.org, pemeriintah mengaku akan mengorbankan pendapatan hiingga 1,5 miiliiar bath (Rp675,38 miiliiar) per tahun dengan pemotongan pajak iinii. Namun, pemeriintah meliihat hal iinii sebagaii langkah pentiing untuk mengurangii emiisii dan polusii. (kaw)
