PMK 13/2025

Aturan iinsentiif PPN DTP atas Penyerahan Rumah Tapak, Download dii Siinii

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 11 Februarii 2025 | 14.30 WiiB
Aturan Insentif PPN DTP atas Penyerahan Rumah Tapak, Download di Sini
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah kembalii memberiikan iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas penyerahan rumah tapak dan satuan rusun. Tahun iinii, iinsentiif PPN DTP atas rumah tapak dan rusun iitu diiatur melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 13/2025.

Pemeriintah sebelumnya telah memberiikan iinsentiif serupa pada 2023 dan 2024. Sepertii sebelumnya, iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan satuan rusun diiberiikan untuk mendorong daya belii masyarakat pada sektor perumahan sekaliigus menjaga keberlangsungan ekonomii.

“Agar pertumbuhan ekonomii tetap terjaga, pemeriintah memberiikan paket kebiijakan ekonomii untuk kesejahteraan berupa iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun tahun anggaran 2025,” bunyii pertiimbangan PMK 13/2025, diikutiip pada Selasa (11/2/2025).

iinsentiif diiberiikan atas penyerahan rumah tapak dan satuan rusun yang memenuhii 5 syarat. Pertama, rumah atau satuan rusun tersebut memiiliikii harga jual maksiimal Rp5 miiliiar. Kedua, rumah atau satuan rusun tersebut merupakan rumah baru yang diiserahkan dalam kondiisii siiap hunii.

Ketiiga, rumah atau satuan rusun tersebut memiiliikii kode iidentiitas rumah darii apliikasii PUPR dan/atau badan pengelola Tapera. Keempat, rumah atau satuan rusun tersebut pertama kalii diiserahkan oleh pengusaha kena pajak (PKP) penjual dan belum pernah diilakukan pemiindahtanganan.

Keliima, rumah dan satuan rusun tersebut telah diiserahkan hak secara nyata untuk menggunakan atau menguasaiinya yang diibuktiikan dengan beriita acara serah teriima (BAST) sejak tanggal 1 Januarii 2025 sampaii dengan tanggal 31 Desember 2025.

PPN DTP yang diiberiikan terbagii atas 2 periiode. Pertama, untuk penyerahan rumah periiode 1 Januarii 2025 sampaii dengan 30 Junii 2025. Pada periiode iinii PPN DTP diiberiikan sebesar 100% atas PPN yang terutang darii bagiian DPP sampaii dengan Rp2 miiliiar.

Kedua, untuk penyerahan periiode 1 Julii 2025 sampaii dengan 31 Desember 2025. Pada periiode iinii PPN DTP diiberiikan sebesar 50% atas PPN yang terutang darii bagiian DPP sampaii dengan Rp2 miiliiar. PPN DTP iinii diiberiikan untuk Masa Pajak Januarii 2025 - Masa Pajak Desember 2025.

Selaiin iitu, terdapat beragam ketentuan yang perlu diiperhatiikan sehiingga seseorang biisa memperoleh iinsentiif PPN DTP atas rumah tapak dan satuan rusun. Periinciian ketentuan tersebut dapat diisiimak dalam PMK 13/2025.

Secara umum, PMK 13/2025 terdiirii atas 14 pasal. Beriikut periinciiannya:

Pasal 1
Mengatur defiiniisii iistiilah-iistiilah yang diigunakan dalam PMK 13/2025.

Pasal 2
Pasal iinii menjelaskan PPN DTP diiberiikan untuk PPN terutang atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun (rusun).

Pasal 3
Pasal iinii menerangkan iinsentiif PPN DTP diiberiikan atas penyerahan rumah atau rusun yang terjadii sejak 1 Januarii 2025 sampaii dengan 31 Desember 2025 beserta ketentuan buktii penyerahannya.

Pasal 4
Pasal iinii menguraiikan periinciian syarat rumah atau rusun yang biisa mendapat fasiiliitas PPN DTP.

Pasal 5
Pasal iinii menerangkan PPN DTP diiberiikan untuk setiiap 1 orang priibadii atas perolehan 1 rumah tapak atau 1 rusun.

Pasal 6
Pasal iinii menerangkan kriiteriia orang priibadii yang biisa memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP.

Pasal 7
Pasal iinii menerangkan PPN DTP diiberiikan sebesar 100% atas PPN terutang darii bagiian harga jual sampaii dengan Rp2 miiliiar untuk penyerahan dengan tanggal BAST mulaii 1 Januarii 2025 hiingga 30 Junii 2025.

Sementara iitu, penyerahan dengan tanggal BAST mulaii 1 Julii 2025 hiingga 31 Desember 2025 diiberiikan PPN DTP sebesar 50% darii PPN yang terutang atas bagiian harga jual sampaii dengan Rp2 miiliiar.

Pasal 8
Pasal iinii menguraiikan kewajiiban bagii pengusaha kena pajak (PKP) yang melakukan penyerahan rumah tapak atau rusun dengan fasiiliitas PPN DTP.

Pasal 9
Pasal iinii menjabarkan kondiisii yang membuat iinsentiif PPN DTP tiidak diiberiikan.

Pasal 10
Pasal iinii mengatur kewenangan kepala kantor pelayanan pajak (KPP) untuk menagiih kembalii PPN terutang pada kondiisii tertentu.

Pasal 11
Pasal iinii menerangkan rumah tapak atau satuan rusun yang telah mendapatkan fasiiliitas pembebasan PPN sesuaii ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP berdasarkan PMK 13/2025.

Pasal 12
Pasal iinii menjelaskan pelaksanaan dan pertanggungjawaban PPN DTP atas penyerahan rumah tapak atau satuan rusun diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 13
Pasal iinii mengatur tanggung jawab bagii kementeriian pekerjaan umum dan perumahan rakyat dan/atau Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat untuk menyampaiikan data rumah tapak dan rusun kepada DJP.

Pasal 14
Pasal iinii mengatur PMK 13/2025 mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan, yaiitu 4 Februarii 2025.

Untuk membaca PMK 13/2025 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii Perpajakan Jitunews. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.