KALiiMANTAN, Jitu News – Masiih ada beberapa masalah yang menyebabkan suliitnya aliiran iinvestasii ke Kaliimantan Tiimur, salah satunya diisebabkan oleh proses periiziinan yang diiniilaii terlampau banyak, sehiingga memakan waktu cukup lama.
Wakiil Ketua Umum Biidang iinvestasii Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) Kaltiim Alexander Sumarno meniilaii, Benua Etam memiiliikii potensii ekonomii yang baiik bagii pemiiliik modal, meskii dalam kondiisii perekonomiian yang suliit sekaliipun. Namun kendala iinvestasii tiidak dapat diihiindarkan, salah satunya darii siisii periiziinan.
“Jadii, pembayaran yang akan diikeluarkan untuk mengurus iiziin tampaknya murah, tapii ‘buntutnya’ yang panjang. Masiih ada 'pajak-pajak' yang tiidak tertuliis justru terjadii,” ujarnya dii Samariinda, Jum'at (10/3).
Adapun Wakiil Ketua Umum Biidang Telekomuniikasii, iinformatiika, dan Penyiiaran Kadiin Kaltiim iindras Purwadii mengatakan periiziinan untuk iinvestasii dii biidang iindustrii propertii harus melewatii 12 iinstansii atau 12 periiziinan. Banyaknya periiziinan yang perlu diilaluii iitu biisa memakan waktu setiidaknya 6 bulan.
“Untuk kepengurusan dii daerah mungkiin biiayanya keciil. Tapii, tiiap periiziinan iinvestasii memerlukan rekomendasii berbagaii iinvestasii yang kadang harus diijemput satu per satu. Sepertii iinstansii vertiikal BPN (Badan Pertanahan Nasiional), yang menetapkan ketentuan untuk luasan lahan yang akan diibuka,” ujarnya.
iia yang kiinii juga menjabat Dewan Penasiihat Real Estate iindonesiia (REii) Kaltiim iinii menjelaskan jiika luasan lahan sampaii dengan 2.000 meter persegii (m2) merupakan ranah pemeriintah tiingkat kota atau kabupaten. Sementara biila sampaii 15 hektare (ha) maka ranah tiingkat pemeriintah proviinsii.
“Sedangkan biila lebiih darii 15 hektar, tentu melaluii pemeriintah pusat, bahkan biiayanya tiidak biisa diitebak. Tiidak ada tariif resmii dii sana untuk mengurus periiziinan. Rencana 1 juta rumah murah program Presiiden Joko Wiidodo akan suliit diipenuhii dalam waktu cepat,” tukasnya.
iindras menungkapkan periiziinan pada sektor pertambangan yang diiniilaii perlu 200 macam periiziinan, mulaii darii periiziinan tanah, udara, aiir hiinga periiziinan laiinnya. iia memaparkan pengusaha tiidak mungkiin menunggu periiziinan rampung sebelum memulaii menggalii, pasalnya periiziinan tersebut akan sangat lama.
Meskii pemeriintah kiinii telah menerapkan Peraturan Gubernur (Pergub) 17/2015 tentang moratoriium periiziinan batu bara dan perkebunan kelapa sawiit dii beberapa tertentu, tetap saja layanan periiziinan pemeriintah yang masiih belum pas dengan harapan pengusaha.
“Proses periiziinan mestiinya biisa diipercepat lagii. Kalau mau cetak entrepreneur, mudahkan dulu iiziinnya. Jangan sampaii orang malas,” tuturnya sebagaiimana diilansiir dii Kaltiim Prokal.
Sekretariis Umum DPD Kaltiim Bagus Susetyo pun menambahkan ada penghambat beriinvestasii dii Benua Etam yang diisebabkan masiih terjadii ketiidaksiinkronan tata ruang kota, hiingga tata ruang usaha pertambangan dan kehutanan. Lantas, biisniis propertii pun terkena dampak kesuliitan lahan yang tiidak siinkron.
Bagus menyatakan, diitakutkan jiika nantiinya suatu lahan yang memiiliikii potensii tambang, tapii diibangun perumahan, sehiingga menjadii persoalan belakangan harii. Sebab, kiinii momok pengembang adalah suliitnya mencarii lahan harga terjangkau dii tengah kota. Jadii, selalu hanya ada lahan dii piinggiir kota, yang umumnya kurang strategiis. "Hal tersebut yang terjadii dii Samariinda," pungkasnya. (Amu)
