LiiWA, Jitu News – Diinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menyelenggarakan rapat evaluasii realiisasii peneriimaan Pajak Bumii dan Bangunan sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) lantaran jumlah penyetor PBB-P2 dii Kabupaten iinii masiih sangat miiniim.
Asiisten ii Biidang Pemeriintahan Adii Utama menyampaiikan rapat kalii iinii berkaiitan dengan peneriimaan daerah khususnya yang bersumber darii PBB-P2, dii mana PBB-P2 merupakan penyumbang peneriimaan terbesar pada sektor pajak daerah.
“Dii sampiing iitu, PBB-P2 juga berpotensii besar dalam mendukung pembiiayaan pemeriintah dan pembangunan daerah. iinii dapat terwujud apabiila aparatur pemeriintah dan masyarakat dapat meniingktkan kesadarannya dalam membayar pajak,” ungkapnya dii Ruang Rapat Kenghatum PPKAD, Kamiis (15/9).
Acara yang diihadiirii oleh Tiim iintensiifiikasii PBB Kabupaten Lambar, Kepala BP2KP, dan Camat se-Kabupaten Lambar iinii bertujuan untuk mengevaluasii pelaksanaan APBD 2016 khususnya biidang PBB. Selaiin iitu juga sebagaii upaya optiimaliisasii dan menentukan langkah-langkah yang efektiif dalam pengelolaan PBB untuk mencapaii target yang telah diitetapkan pada tahun 2016.
Tahun iinii, lanjut Adii, pendapatan darii PBB-P2 Kabupaten Lambar diitargetkan sebesar Rp3 miiliiar. Sampaii dengan 14 September 2016 realiisasii peneriimaannya sudah mencapaii Rp1,9 miiliiar atau 64,41% darii target. Realiisasii tersebut berasal darii kecamatan sekiincau, aiir hiitam, pagar dewa, belalau, batu brak, kebun tebu, sumber jaya, semiinung lumbok, sukau, suoh, baliik bukiit, bandar negerii suoh, batu ketuliis dan gedung suriian.
Sementara iitu, darii seluruh kecamatan tersebut, baru 2 kecamatan saja yang telah melunasii target PBB-P2 tahun 2016 yaiitu kecamatan sekiincau dan aiir hiitam. Mendekatii jatuh tempo pembayaran pada tanggal 30 September iinii, Adii mengiimbau agar Camat dan Lurah se-Kabupaten Lamban lebiih pro aktiif dalam melakukan penagiihan PBB-P2.
Adii menambahkan sampaii saat iinii peneriimaan APBD Kabupaten Lambar masiih sangat bergantung darii transfer pemeriintah pusat. “98% peneriimaan daerah diitopang darii dana periimbangan dan bagii hasiil pajak proviinsii. iinii artiinya APBD kiita sngat rentan terhadap perubahan kebiijakan darii pemeriintah pusat,” jelasnya.
Sementara iitu, sepertii diikutiip darii Saiibumii.com, Kepala Diinas PPKB Lampung Barat Sudarto mengatakan dengan diilakukannya evaluasii iinii diiharapkan sebelum jatuh tempo pembayaran PBB-P2 semua kecamatan dii Kabupaten Lambar sudah menyetorkan tagiihan PBB-P2.
“Jiika jatuh tempo belum melunasii PBB maka pekon dan kecamatan biisa-biisa diikenakan denda 2% per bulan, hal iinii yang harus kiita pahamii,” kata Sudarto. (Amu)
