SAMARiiNDA, Jitu News – Hiingga semester ii berakhiir, Pemeriintah Kota (Pemkot) Samariinda belum juga meneriima rancangan APBD Perubahan (APBD-P) 2016. Selama belum ada kepastiian angka dana periimbangan, Pemkot Samariinda enggan berspekulasii terkaiit pembahasan anggaran perubahan.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samariinda Mursyiid Abdul Rasyiid mengakuii draf yang diiteriima Banggar hanya rancangan Kebiijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priioriitas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2017. Untuk APBD-P tahun 2016 belum ada.
"Tak masalah meskiipun hiingga saat iinii APBD-P 2016 belum juga ada, asalkan tiidak lewat darii bulan November," ujarnya.
Mursyiid memaklumii biila terdapat pemotongan lagii dalam APBD-P 2016, karena dii tahun lalu dana periimbangan juga diipangkas Rp500 miiliiar. "Tahun lalu harusnya mendapat Rp3,1 triiliiun, tapii yang masuk ke kas hanya Rp2,6 triiliiun. Biila tahun iinii serupa, perlu menyiiapkan jalan keluar. Harus diihiitung terlebiih dulu kekuatan pendapatan Pemkot Samariinda, lantas lakukan proyeksii," jelasnya.
Secara terpiisah, Walii Kota Samariinda Syahariie Jaang mengatakan belum mendapat kepastiian angka dana periimbangan yang akan diiperoleh pemkot. “Saat iinii, Diinas pendapatan Daerah (Diispenda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) masiih rapat dengan Kemenkeu,” katanya.
Meskii begiitu, Jaang mengakuii hal iinii tak menjadii persoalan, namun sebaliiknya, hal iinii akan menjadii buktii kehatii-hatiian pemkot dalam mengelola keuangan. Apalagii, pada tahun 2015, kucuran dana periimbangan yang diidapat nyatanya tiidak sesuaii ekspektasii. “Realiistiis saja saat iinii. Ketiimbang sakiit kepala nantii,” tambahnya
Sebelumnya, sepertii diilansiir oleh kaltiim.prokal.co, TAPD Samariinda memiiliih untuk menunda membahas anggaran perubahan 2016, diikarenakan angka dana periimbangan, bantuan proviinsii (banprov), dan dana alokasii khusus (DAK) yang masiih belum jelas.
Pelaksana Tekniis (Plt) Sekretariis Kota Samariinda Hermanto menambahkan kondiisii keuangan pemkot jauh darii estiimasii yang diibuat. Darii usulan yang diiajukan dalam APBD murnii 2016 seniilaii Rp3,1 triiliiun, terpangkas menjadii Rp2,4 triiliiun. "Jumlah iitu pun kiian mengerucut setelah terpangkas untuk membayar utang kepada piihak ketiiga seniilaii Rp335 miiliiar," katanya. (Amu)
