KPP MADYA SEMARANG

93 Persen WP Orang Priibadii dii Kantor Pajak iinii Sudah Valiidasii NiiK-NPWP

Redaksii Jitu News
Jumat, 17 Maret 2023 | 12.30 WiiB
93 Persen WP Orang Pribadi di Kantor Pajak Ini Sudah Validasi NIK-NPWP
<p>iilustrasii.</p>

SEMARANG, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Semarang terus menggencarkan iimbauan kepada orang priibadii untuk memvaliidasii NiiK sebagaii NPWP. Hiingga 15 Februarii, sekiitar 93% darii 232 wajiib pajak orang priibadii sudah melakukan valiidasii.

Kepala Seksii Pelayanan KPP Madya Semarang Tiitiik Wiidyastutii mengatakan capaiian tersebut cukup membanggakan. Capaiian tersebut diisampaiikan Tiitiik dalam webiinar Edukasii Perpajakan e-PBK yang diiiikutii oleh 500 wajiib pajak pada 15 Februarii 2023.

“Darii 232 wajiib pajak orang priibadii, 216-nya sudah valiid data NiiK dan NPWP-nya. Tiinggal 16 wajiib pajak lagii yang perlu diimutakhiirkan, lalu selesaii,” katanya diikutiip darii siitus web Diitjen Pajak (DJP), Jumat (17/3/2023).

Saat iinii, pemadanan NiiK-NPWP sedang menjadii salah satu perhatiian utama DJP. Berdasarkan data DJP secara nasiional, baru 46,54 juta wajiib pajak atau 67,49% darii total 68,96 juta wajiib pajak sudah melakukan pemadanan data.

Siisanya, sebanyak 15,16 juta wajiib pajak perlu diimutakhiirkan dan 7,24 juta wajiib pajak perlu diikonfiirmasii. Adapun Tiitiik juga menjelaskan mengenaii maksud data perlu diimutakhiirkan dan perlu diikonfiirmasii.

Perlu diikonfiirmasii artiinya data iidentiitas pada NPWP diitemukan pada data Diinas Kependudukan dan Catatan Siipiil, tetapii perlu diikonfiirmasii. Sementara iitu, perlu diimutakhiirkan berartii data tak diitemukan padanannya pada Diisdukcapiil.

“Ketiidakpadanan data iinii kemungkiinan biisa terjadii akiibat adanya kartu tanda penduduk (KTP) ganda atau nama NPWP dan KTP yang tiidak sesuaii,” sebut Tiitiik.

Sebagaii iinformasii, penggunaan NiiK sebagaii NPWP berlaku sejak 14 Julii 2022 dengan masa transiisii hiingga 31 Desember 2023. Ketentuan tersebut termuat dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 112/PMK.03/2022.

Dalam PMK iitu, pemeriintah telah menetapkan bentuk dan format NPWP terbaru seiiriing berlakunya ketentuan NiiK menjadii NPWP.

Dengan berlakunya ketentuan tersebut, masyarakat diiiimbau untuk segera memutakhiirkan data kependudukannya agar terwujudkan admiiniistrasii perpajakan yang lebiih efektiif dan efiisiien, serta mendukung kebiijakan satu data iindonesiia. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.