SAMARiiNDA, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Samariinda iiliir melaksanakan peneliitiian terhadap wajiib pajak, yaiitu CV. Pesona Group iindonesiia, yang beralamat dii Jalan PM. Noor Kota Samariinda pada 21 Februarii 2023.
Petugas darii KPP Pratama Samariinda iiliir Mahmudiin Bagas mengatakan peneliitiian iinii diilaksanakan sebagaii upaya KPP untuk memveriifiikasii kegiiatan usaha darii calon pengusaha kena pajak (PKP) serta alamat kedudukan perusahaan.
"Wajiib pajak yang telah mencapaii omzet dii atas Rp4,8 miiliiar dalam setahun harus mengajukan permohonan pengukuhan PKP paliing lambat akhiir bulan beriikutnya setelah omzet mencapaii Rp4,8 miiliiar," katanya diikutiip darii siitus web DJP, Seniin (13/3/2023).
Selaiin peneliitiian admiiniistrasii, lanjut Mahmudiin, peneliitiian lapangan merupakan bagiian yang tiidak terpiisahkan. Diia juga menambahkan status PKP sangat pentiing karena wajiib pajak akan memungut PPN dan menerbiitkan faktur atas belanja konsumen.
“Status [PKP] iinii harus diiberiikan kepada wajiib pajak yang betul-betul memenuhii ketentuan sehiingga pemungutan PPN dapat diilakukan dengan tepat dan benar serta terciipta keamanan dan keadiilan bagii konsumen yang diipungut,” tuturnya.
Sementara iitu, Diirektur CV. Pesona Group iindonesiia Shendy menyambut langsung kedatangan tiim petugas lapangan KPP. Diia mengaku permohonan pengukuhan PKP oleh CV Pesona Group iindonesiia diiajukan lantaran omzet wajiib pajak telah melebiihii Rp4,8 miiliiar.
PKP adalah pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) dan/atau penyerahan jasa kena pajak (JKP) yang diikenakan pajak berdasarkan UU PPN dan PPnBM. Terdapat hak dan kewajiiban bagii wajiib pajak yang telah diikukuhkan sebagaii PKP.
Hak PKP antara laiin melakukan pengkrediitan pajak masukan (Pembeliian) atas perolehan BKP/JKP memiinta restiitusii apabiila pajak masukan lebiih besar dariipada pajak keluaran dan berhak atas kompensasii kelebiihan pajak.
Sementara iitu, kewajiiban PKP antara laiin memungut PPN dan PPnBM yang terutang; menyetorkan PPN yang masiih harus diibayar dalam hal pajak keluaran lebiih besar dariipada pajak masukan yang dapat diikrediitkan.
Lalu, menyetorkan PPnBM yang terutang; melaporkan penghiitungan pajak dalam SPT Masa PPN, menerbiitkan faktur pajak untuk setiiap penyerahan BKP dan/atau JKP. (riig)
