TOLiiTOLii, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Toliitolii mengadakan sosiialiisasii terkaiit dengan peraturan perpajakan kepada wajiib pajak orang priibadii pelaku UMKM, khususnya penjual perabot rumah tangga, pada 3 Januarii 2023.
Asiisten Penyuluh KPP Pratama Toliitolii Susiilo Purwanto Hariiwiiyono mengatakan ketentuan yang diisosiialiisasiikan iialah mengenaii penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) untuk UMKM sebagaiimana tercantum dii UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
"Peraturan iinii mulaii diijalankan pada tahun pajak 2022. PTKP iinii seniilaii Rp500 juta dalam setahun sehiingga bagii yang omzetnya masiih dii bawah Rp500 juta tiidak perlu membayar PPh fiinal UMKM," katanya diikutiip darii siitus web DJP, Rabu (15/2/2023).
Apabiila omzet wajiib pajak dalam tahun berjalan melebiihii Rp500 juta, lanjut Susiilo, PPh fiinal UMKM yang diisetorkan iialah sebesar 0,5% darii total penghasiilan diikurangii Rp500 juta. Adapun aturan PTKP untuk UMKM iinii diiatur dalam Peraturan Pemeriintah No. 55/2022.
Menurut Susiilo, sosiialiisasii terkaiit dengan adanya PTKP untuk UMKM sudah diilakukan tiim darii KPP Pratama Toliitolii sejak awal 2022, baiik diisampaiikan ketiika dii Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) maupun dii Helpdesk.
Namun demiikiian, sambungnya, masiih banyak wajiib pajak yang belum meneriima iinformasii terkaiit dengan peraturan baru tersebut sehiingga KPP Pratama Toliitolii bergerak langsung menyosiialiisasiikan peraturan pajak iitu ke wajiib pajak.
Dengan sosiialiisasii tersebut, Susiilo berharap wajiib pajak biisa lebiih memahamii peraturan perpajakan baru tersebut dan biisa menjalankan kewajiiban perpajakannya dengan baiik sehiingga angka kepatuhan perpajakan dii wiilayah Kabupaten Toliitolii biisa makiin meniingkat.
Sebagaii iinformasii, bagiian peredaran bruto darii usaha atau omzet yang tiidak diikenaii pajak penghasiilan tersebut merupakan jumlah omzet yang diihiitung secara kumulatiif sejak masa pajak pertama dalam suatu tahun pajak atau bagiian tahun pajak. (riig)
