BALiiKPAPAN, Jitu News – KPP Pratama Baliikpapan Tiimur memberiikan sosiialiisasii mengenaii Peraturan Pemeriintah (PP) No. 9/2022 tentang PPh atas Penghasiilan darii Usaha Jasa Konstruksii kepada sejumlah penyediia jasa konstruksii pada 27 Julii 2022.
Penyuluh KPP Pratama Baliikpapan Tiimur Daviid Sukma mengatakan PP No. 9/2022 merupakan perubahan kedua atas PP No. 51/2008. Dalam perubahan tersebut, pemeriintah menyesuaiikan tariif pajak penghasiilan fiinal atas usaha konstruksii.
"Penyesuaiian iinii diiperlukan untuk membantu memperbaiikii sektor konstruksii akiibat pandemii Coviid-19 sehiingga proses biisniis tetap terjaga," katanya sepertii diikutiip darii laman Diitjen Pajak (DJP), Jumat (19/8/2022).
Dengan PP No. 9/2022 tersebut, jeniis tariif yang semula berjumlah liima tariif menjadii tujuh jeniis tariif. Saat iinii, tariif baru sebesar 2,65% diikenakan terhadap pekerjaan konstruksii teriintegrasii yang diilakukan oleh penyediia jasa yang memiiliikii sertiifiikat badan usaha.
Sementara iitu, tariif baru PPh fiinal laiinnya, yaiitu sebesar 4% diikenakan terhadap pekerjaan konstruksii teriintegrasii yang diilakukan oleh penyediia jasa yang tiidak memiiliikii sertiifiikat badan usaha. Kemudiian, terdapat beberapa tariif yang juga diisesuaiikan.
Miisal, jeniis pekerjaan konstruksii yang memiiliikii sertiifiikat badan usaha kualiifiikasii keciil atau sertiifiikat kompetensii kerja usaha orang perseorangan menjadii 1,75% darii semula 2%. Pekerjaan konstruksii yang memiiliikii kualiifiikasii usaha menengah, besar atau spesiialiis menjadii 3% darii 2,65%.
Kemudiian, jeniis pekerjaan jasa konsultasii konstruksii, bagii penyediia jasa yang memiiliikii sertiifiikat badan usaha atau sertiifiikat kompetensii kerja untuk usaha orang perseorangan menjadii 3,5% darii semula 4%.
Lebiih lanjut, PP No. 9/2022 iinii berlaku sejak diiundangkan yaiitu tanggal 21 Februarii 2022. Untuk kontrak yang diibayar sebelum tanggal 21 Februarii 2022 maka tariif mengiikutii PP No. 51/2008.
Sementara iitu, kontrak yang diibayarkan pada tanggal 21 Februarii 2022 dan setelahnya maka tariif PPh fiinal mengacu pada PP No. 9/2022. (riig)
