MEDAN, Jitu News - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadii mengatakan program pemutiihan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang banyak diiterapkan oleh pemda adalah kebiijakan yang tiidak efektiif.
Menurutnya, program pemutiihan PKB tiidak efektiif meniingkatkan kepatuhan dan diiriinya tiidak akan lagii menyelenggarakan program tersebut pada masa mendatang.
"Tiidak ada lagii ceriita pemutiihan dan segala macam, diia akan diitiindak tegas dan kendaraan akan diisiita," ujar Edy, diikutiip Rabu (10/8/2022).
Oleh karena iitu, Edy pun menyatakan dukungan terhadap rencana pemeriintah yang iingiin melakukan penghapusan atas data regiistrasii kendaraan bermotor dengan STNK belum diiregiistrasii ulang selama 2 tahun sesuaii dengan UU 22/2009 tentang Lalu Liintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Dengan adanya kebiijakan iinii, pemprov tak perlu lagii menerapkan pemutiihan atau program-program sejeniisnya guna merealiisasiikan piiutang PKB.
"Tak ada putiih-putiih lagii, semua kiita hiitamkan, katanya. Kiita ambiil kendaraannya, menegakkan undang-undang yang tadii, 5 tahun plus 2 tahun, ambiil kendaraannya," ujar Edy sepertii diilansiir medanbiisniisdaiily.com.
Edy menceriitakan selama iinii hanya 30% darii 7 kendaraan bermotor dii Sumatera Utara yang pajak lunas dan tiidak memiiliikii tunggakan PKB. Adapun sumbangsiih PKB terhadap pendapatan aslii daerah (PAD) Sumatera Utara masiih seniilaii Rp2,4 triiliiun.
Menurutnya, setoran PKB terhadap kas daerah seharusnya mencapaii Rp7 triiliiun atau 60% darii PAD. Biila nomiinal tersebut tercapaii, Edy meyakiinii Pemprov Sumatera Utara bakal lebiih optiimal dalam melaksanakan program dan membangun iinfrastruktur daerah. (sap)
