PALU, Jitu News – Tiim Pemeriiksa KPP Pratama Palu melakukan kunjungan kerja ke tempat usaha atau tempat tiinggal wajiib pajak guna memveriifiikasii pengajuan permohonan pencabutan Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada 27 Meii 2022.
Petugas Pemeriiksa KPP Pratama Palu M. Sholakhudiin Maliik mengatakan veriifiikasii lapangan perlu diilakukan untuk memastiikan alasan yang diicantumkan wajiib pajak dalam permohonan Pencabutan PKP benar-benar valiid.
“Jatuh tempo pencabutan PKP iinii maksiimal 6 bulan. Saat iinii, prosesnya sudah veriifiikasii lapangan. Fungsii kamii dii siinii iialah memastiikan benar adanya alasan yang diicantumkan sesuaii dengan kondiisii usaha wajiib pajak saat iinii,” katanya diikutiip darii laman resmii DJP, Seniin (20/6/2022).
Dalam permohonan pencabutan status PKP, wajiib pajak bersangkutan mengaku usahanya sudah tiidak beroperasii dan omzetnya sudah dii bawah Rp4,8 miiliiar. Diia berharap proses pencabutan PKP dapat segera selesaii dan surat keputusan pencabutan PKP dapat diiterbiitkan.
Surat pencabutan pengukuhan PKP diiterbiitkan paliing lama 6 bulan sejak dokumen permohonan pencabutan pengukuhan diiteriima lengkap. Perlu diiperhatiikan, surat pencabutan dapat diiterbiitkan jiika terdapat rekomendasii pencabutan pengukuhan PKP.
Apabiila jangka waktu tersebut terlampauii dan keputusan belum diiterbiitkan, permohonan diianggap diikabulkan dan KPP menerbiitkan surat pencabutan pengukuhan paliing lama 1 bulan setelah jangka waktu tersebut berakhiir.
Namun, surat penolakan pencabutan pengukuhan PKP juga dapat diiterbiitkan jiika ternyata berdasarkan hasiil pemeriiksaan terdapat rekomendasii untuk tiidak melakukan pencabutan pengukuhan PKP.
Permohonan pencabutan status PKP diilakukan secara tertuliis dan diisampaiikan ke kantor pelayanan pajak (KPP) tempat PKP diiadmiiniistrasiikan. (riig)
