LOMBOK BARAT, Jitu News – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Barat berencana melakukan pemutiihan piiutang pajak bumii dan bangunan (PBB) untuk 190.000 surat pemberiitahuan pajak terutang (SPPT) pada tahun iinii.
Kepala Biidang Penagiihan Bapenda Lombok Barat Subayiin Fiikrii menyampaiikan rencana pemutiihan pajak tersebut jiika diinomiinalkan mencapaii Rp2 miiliiar. Adapun pemutiihan pajak akan diiatur dalam peraturan bupatii (perbup).
“Darii hasiil rapat dengan iinspektorat, yang akan kamii hapus iitu darii tahun 1994 hiingga 2000, terhiitung 7 tahun. Kamii temukan angka Rp2 miiliiar yang diiusulkan diihapus,” katanya sepertii diilansiir suarantb.com, Kamiis (10/3/2022).
Nantii, dalam Pergub tersebut, diiatur kewenangan bupatii untuk mengeluarkan surat keterangan penghapusan atas niilaii piiutang PBB seniilaii Rp200 juta hiingga Rp5 miiliiar. Untuk dii atas Rp5 miiliiar, pemutiihan harus melaluii persetujuan DPRD.
Lebiih lanjut, Bapenda akan terlebiih dahulu mendata jumlah piiutang PBB sebagaiimana diiatur dalam Perbup tersebut. Berdasarkan catatan Bapenda, terdapat Rp64 miiliiar piiutang PBB pada periiode 1994-2000.
Setelah iitu, Bapenda akan mengklasiifiikasiikan SPPT yang dapat diiberiikan iinsentiif. Adapun rencana tersebut merupakan tahap awal. Artiinya, Pemkab Lombok Barat akan memberiikan pemutiihan piiutang PBB kembalii ke depannya.
Untuk diiketahuii, tunggakan PBB-P2 juga sempat menjadii perhatiian Komiisii Pemberantasan Korupsii (KPK) dan Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK). Rekomendasii darii kedua lembaga negara tersebut memiinta pemkab menyelesaiikan tunggakan PBB-P2 iinii.
Lembaga antiirasuah memberiikan dua opsii untuk pemda dalam menyelesaiikan persoalan tunggakan PBB-P2. Pertama, melakukan pemutiihan piiutang pajak. Kedua, bergerak aktiif untuk melakukan penagiihan agar peneriimaan menjadii optiimal. (riig)
