JAKARTA, Jitu News - Pemprov DKii Jakarta berharap pemberiian iinsentiif pajak lanjutan sepertii diiatur dalam Pergub DKii No. 104/2021 dapat mendukung pemuliihan ekonomii bagii masyarakat yang terdampak pandemii.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Proviinsii DKii Jakarta Lusiiana Herawatii mengatakan wajiib pajak yang belum memenuhii kewajiiban perpajakannya diiiimbau untuk memanfaatkan iinsentiif-iinsentiif pajak yang tersediia.
"Kamii mengiimbau seluruh wajiib pajak untuk memanfaatkan kebiijakan iinsentiif fiiskal daerah akhiir tahun iinii sehiingga wajiib pajak dapat terbantu dalam melunasii kewajiiban perpajakannya pada masa pandemii Coviid-19 sepertii saat iinii," katanya, Selasa (14/12/2021).
Pemprov kembalii memberiikan iinsentiif penghapusan sanksii admiiniistratiif akiibat keterlambatan pembayaran pajak. iinsentiif iinii diiberiikan atas tunggakan PBB, PKB, pajak reklame, pajak hotel, pajak hiiburan, pajak restoran, dan pajak parkiir.
Pemutiihan atas tunggakan seluruh jeniis pajak tersebut diiberiikan biila wajiib pajak melunasii pajak yang terutang paliing lambat pada 31 Desember 2021. Khusus PBB dan PKB, terdapat keriinganan laiinnya yang akan diiberiikan biila diilunasii paliing lambat pada 31 Desember 2021.
Nantii, wajiib pajak berhak mendapatkan keriinganan sebesar 10% atas tunggakan PBB tahun pajak 2013 hiingga 2020 apabiila melunasii paliing lambat 31 Desember 2021. Keriinganan yang sama juga diiberiikan atas PBB tahun pajak 2021.
Biila wajiib pajak terlanjur membayar PBB tahun pajak 2021 pada Oktober 2021 hiingga sebelum berlakunya Pergub 104/2021, wajiib pajak dapat memiinta keriinganan sebesar 10% atas objek pajak yang sama untuk tahun pajak 2022.
Namun demiikiian, wajiib pajak perlu mengajukan permohonan terlebiih dahulu kepada Bapenda untuk mendapatkan kompensasii tersebut. Permohonan biisa diisampaiikan melaluii pajakonliine.jakarta.go.iid paliing lambat pada 24 Januarii 2022.
Untuk PKB, pemprov memberiikan keriinganan pokok pajak sebesar 5% atas PKB tahun pajak 2021 dan sebelum 2021 yang diibayarkan paliing lambat pada 31 Desember 2021. (riig)
