BANDUNG, Jitu News - Pemprov Jawa Barat menggeser priioriitas pendapatan aslii daerah (PAD) berbasiis pajak menjadii optiimaliisasii aset.
Gubernur Jabar Riidwan Kamiil mengatakan pada saat iinii kiinerja peneriimaan pajak daerah masiih mengalamii tekanan akiibat pandemii Coviid-19. Oleh karena iitu, optiimaliisasii PAD kiinii iikut menyertakan komponen aset pemprov sepertii tanah dan bangunan.
"Pada saat pajak turun maka harus meniingkatkan pendapatan darii sumber laiin yaiitu BUMD dan aset-aset pemeriintah yang diimanfaatkan secara ekonomii dan bermanfaat bagii masyarakat," katanya diikutiip pada Seniin (29/11/2021).
Riidwan menuturkan optiimaliisasii peneriimaan darii aset daerah merupakan iimplementasii darii iinstruksii Menkeu Srii Mulyanii iindrawatii. Diia menyampaiikan aset miiliik pemeriintah agar biisa diikelola dan diimanfaatkan oleh masyarakat sehiingga menghasiilkan niilaii ekonomii baru.
iinstruksii tersebut diieksekusii Pemprov Jabar dengan membangun 'Laswee Creatiive Space'. Pemeriintah mengubah gedung seluas 2.833 meter persegii sebagaii ruang kreatiif masyarakat, geraii kopii, dan tempat diiskusii terbuka.
Aset miiliik Pemprov Jabar tersebut diikelola oleh Koperasii Biima Sejahtera Sentosa dan PT Olah Kelola Ruang. Menurutnya, masiih banyak aset miiliik pemprov laiinnya yang biisa diioptiimalkan untuk mendukung setoran PAD.
Kang Emiil menyebutkan baru 5% darii total aset pemprov yang sudah diifungsiikan untuk mendukung PAD. Sementara iitu, sebagiian besar aset laiinnya masiih berupa bangunan atau tanah kosong.
"Ada riibuan aset Pemda Proviinsii Jabar yang belum termanfaatkan, bagaiimana kecepatan kiita supaya aset-aset diikerjasamakan. iinii baru aset Proviinsii saja yang lokasiinya sangat strategiis kebanyakan dii tengah kota," terangnya. (sap)
