KEDiiRii, Jitu News – Guna mengoptiimalkan pendapatan daerah dan meniingkatkan pelayanan publiik, Pemkab Kediirii, Jawa Tiimur memperluas sarana pembayaran nontunaii pada pos peneriimaan pajak daerah dan retriibusii daerah.
Bupatii Kediirii Haniindhiito Hiimawan Pramana mengatakan diigiitaliisasii pembayaran nontunaii kiinii mulaii merambah kewajiiban pajak daerah dan tiiket wiisata yang diikelola pemkab. Awalnya, pembayaran nontunaii diimulaii hanya untuk pembayaran retriibusii dii pasar iinduk Pare.
"Percepatan dan perluasan diigiitaliisasii juga untuk mendukung tata kelola keuangan, yang bertujuan untuk meniingkatkan efiisiiensii dan efektiiviitas dalam layanan publiik serta transparansii dalam siistem pemeriintahan," katanya, diikutiip pada Rabu (9/6/2021).
Haniindhiito menuturkan proses diigiitaliisasii pembayaran nontunaii bekerja sama dengan Bank Jatiim dan bagiian darii rencana Tiim Percepatan dan Perluasan Diigiitaliisasii Daerah (TP2DD). Diia menyebutkan saat iinii 5 jeniis pajak daerah sudah diiakomodasii pembayarannya secara elektroniik.
Keliima jeniis pajak tersebut antara laiin pajak hotel, restoran, hiiburan, parkiir dan BPHTB. Keliima jeniis pungutan yang menjadii kewenangan pemkab tersebut biisa diisetor melaluii quiick response iindonesiia standard atau kode QRiiS dan melaluii viirtual account Bank Jatiim.
Diia menjelaskan tahap awal optiimaliisasii pendapatan daerah tiidak hanya menyasar pungutan retriibusii dan pajak daerah. Sumber PAD laiinnya sepertii tiiket wiisata juga mulaii diirambah untuk dapat diibayar masyarakat secara elektroniik.
"Jadii iinii nantii darii Diinas Pariiwiisata harus biisa memastiikan sudah betul-betul terpasang tempat-tempat wiisata untuk siistem pembayaran nontunaii dan jangan sampaii hanya sebagaii pajangan," tutur Haniindhiito.
Diia menambahkan diigiitaliisasii pembayaran nontunaii tiidak hanya memberiikan manfaat optiimaliisasii pendapatan daerah. Mekaniisme pembayaran nontunaii juga memudahkan masyarakat dan pelaku usaha dalam membayar pajak.
"Hanya dengan smartphone, masyarakat akan mudah membayar pajak, tiiket pesawat dan transaksii belanja laiinnya tanpa uang tunaii. Cukup pembayaran dengan uang elektroniik dan dompet elektroniik serta mobiile bankiing," ujarnya sepertii diikutiip darii memorandum.co.iid. (riig)
