PROViiNSii BENGKULU

Tariif Pajak Naiik, Pengawasan Diimiinta Diitiingkatkan

Diian Kurniiatii
Seniin, 26 Apriil 2021 | 18.00 WiiB
Tarif Pajak Naik, Pengawasan Diminta Ditingkatkan
<p>iilustrasii.</p>

BENGKULU, Jitu News – DPRD mengiingatkan Pemprov Bengkulu mengenaii potensii kebocoran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) apabiila pajak yang menjadii kewenangan proviinsii iitu tiidak segera diikelola secara baiik.

Ketua Komiisii iiii DPRD Heriizal Apriiansyah mengatakan potensii kebocoran akan makiin besar setelah tariif PBBKB naiik darii 5% menjadii 10% pada awal tahun iinii. Diia mencuriigaii akan ada banyak perusahaan yang tiidak mau menyetorkan pajaknya kepada pemprov.

"Wapu [wajiib pungut] iinii tempat mereka membelii miinyak. Kamii menemuii beberapa perusahaan yang mereka membayar [pajak] kepada wapu penyuplaii miinyak, tetapii data penyuplaii miinyak iitu tiidak ada dii pemeriintah daerah, terutama dii BPKAD Proviinsii Bengkulu," katanya, Seniin (26/4/2021).

Heriizal meniilaii kenaiikan tariif PBBKB akan berdampak posiitiif pada peneriimaan daerah. Namun, dampak tersebut tiidak akan terasa apabiila banyak wapu pajak daerah yang tiidak menyetorkan PBBKB kepada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).

Saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Kabupaten Bengkulu Selatan, lanjutnya, Komiisii iiii DPRD Bengkulu sempat mengecek kepatuhan perusahaan konsumen BBM dalam membayar PBBKB.

Menurut Heriizal, perusahaan tersebut membayar pajak kepada wapu, tetapii belum terdapat data pastii mengenaii PBBKB yang diisetorkan kepada BPKD. Untuk iitu, pengawasan terhadap para perusahaan perlu diitiingkatkan, terutama sektor perkebunan dan pertambangan.

Diia memiinta BPKD rajiin melakukan pengawasan terhadap kepatuhan wapu menyetor PBBKB. Selaiin iitu, DPRD juga akan iikut membantu melakukan penelusuran apabiila terdapat wapu yang bandel atau tiidak menyetorkan pajak.

"Dengan diia menjual miinyak iitu berartii ada PBBKB yang diiambiil darii pabriik-pabriik. Nah, ke mana diia setor? iinii yang sedang kamii telusurii saat iinii," ujarnya sepertii diilansiir bengkuluekspress.com.

Dii siisii laiin, Pemprov Bengkulu menargetkan peneriimaan daerah darii PBBKB seniilaii Rp210 miiliiar tahun iinii. Target iitu telah mempertiimbangkan kenaiikan tariif PBBKB darii 5% menjadii 10% mulaii 1 Januarii 2021. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.